Home » Jatim Raya
Tenggak Racun dan Kendat

Karena Cinta, 2 Tewas Bunuh Diri

LAMONGAN | SURYA- dua remaja nekat mengakhiri hidup mereka akibat tak kuat menahan beban setelah putus cinta. Seorang pemuda tewas akibat menenggak racun serangga di Lamongan, dan seorang lainnya adalah siswi SMP di Kediri yang tewas dengan gantung diri.

Pemuda bunuh diri di Lamongan adalah Anang Kristian (26) warga Desa Sukomoro, asal Kecamatan Kepatihan Rowo, Kabupaten Nganjuk, sales sebuah perusahaan bumbu penyedap masakan. Dia ditemukan tewas dengan mulut berbusa di kamar tidur kantornya Jl Sugio Made nomor 59, Rabu (29/12) pagi. Kematiannya diketahui kali pertama oleh rekan sekerjanya, Suwito sekitar pukul 4.45 WIB.

Menurut Sunarya, yang sehari-hari membantu membersihkan kantor dan kamarnya, korban dalam sebulan terakhir memang berubah menjadi pendiam. Ia mengetahui kalau Anang memang mempunyai pacar di Nganjuk, cerita itu pernah ia dengar dari korban. Dia menemui masalah dengan pacarnya. Setelah itu tidak lagi ada cerita dan korban semakin berubah menjadi pemuda yang seolah tenang dan pendiam.

Iptu Suwandi, Kaur Bin Ops Reskrim Polres Lamongan menyatakan, pihaknya belum memastikan penyebab kematian korban. Hanya saja busa yang keluar dari mulut itu diduga sejenis racun serangga.

Korban bunuh diri di Kediri adalah Adelia Aquivalensia (15), siswi sebuah SMP swasta di Kota Kediri. Gadis berkulit langsat ini ditemukan menggantung di rumahnya di Perumahan Doko Indah Blok E4, Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (28/12) malam.

Pertama kali ditemukan oleh teman serumahnya, Nunuk Sulistyowati (27), sekitar pukul 17.30 WIB, yang baru pulang kerja. “Tubuhnya menggantung di pintu masuk ke kamar,” kata Nunuk yang langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT lingkungan setempat.

Kematian secara tidak wajar Adelia menyimpan teka-teki. Petugas gabungan dari Polsek Gampengrejo dan Polres Kediri masih melakukan penyelidikan guna mengungkap tabir di balik kematian siswi kelas 3 SMP itu.

Petugas pun masih melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa beberapa teman dekat korban, termasuk mengamankan pria yang diduga menjadi kekasih korban yang bernama Ivan.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah tetangganya, korban memang tertutup. Tidak semua warga di sekitar lokasi mengetahui dan mengenal korban secara dekat. Warga hanya tahu, korban tinggal di rumah tersebut dengan kakaknya. “Dia jarang bergaul dengan lingkungan, pulang sekolah langsung berada di rumah,” kata Oki Dwi, salah satu tetangga.

Menurut Oki, korban memang sering didatangi oleh seorang pria yang diduga pacar korban. Pria bernama Ivan yang disebut sebagai pacar korban itu diketahui berumur lebih tua dari korban. “Pria itu sering datang ke sini dengan mengendarai mobil Honda Jazz,” jelas Oki.

Adelia sebenarnya kelahiran Jakarta. Namun di usianya yang masih balita, Adelia harus menerima kenyataan pahit. Orangtuanya bercerai. Karena itu, Adelia harus ikut dengan ibunya, yang kemudian diketahui mengidap penyakit gangguan jiwa.

Adelia kemudian diadopsi oleh Mukson (50) asal Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Meski nilai akademisnya cukup bagus, ketika duduk di bangku kelas 1 SMP tiba-tiba Adelia tidak mau bersekolah. Dia memilih untuk mencari kerja demi menghidupi dirinya sendiri. Padahal, secara ekonomi Mukson yang sebagai pengusaha jual beli komputer itu tergolong mampu.

Setelah pergi dari rumah Mukson itu, Adelia memilih kontrak rumah bersama salah satu temannya bernama Nunuk Sulistyowati. Di situlah dia kemudian bertemu Ivan. Lelaki yang usianya jauh lebih tua ini lalu menyuruh Adelia melanjutkan sekolah.st34/st36

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "