MALANG| SURYA- Para pasukan kuning, pasukan hijau, dan para kader lingkungan, serta pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang berkomitmen mempertahankan Adipura. Komitmen ini diungkapkan dalam HUT ke-2 DKP di Kantor DKP Jl Bingkil, Kota Malang.
Kepala DKP Kota Malang, Drs Wasto SH MH, mengungkapkan untuk mempertahankan Adipura, sejumlah program telah digalakkan, baik terkait kebersihan lingkungan maupun persampahan seperti pemilahan sampah organik dan anorganik. Salah satu upaya yang telah dilakukan sepanjang 2010 adalah merenovasi tempat pembuangan sementara (TPS) di seluruh kelurahan. “Sebanyak 34 dari 75 TPS yang ada telah direnovasi menggunakan dana APBN sekitar Rp 2 miliar,” jelas Wasto, Rabu (29/12).
Wasto mengungkapkan, seiring bertambahnya jumlah penduduk, volume sampah di Kota Malang semakin meningkat. Saat ini volume sampah yang harus diangkut dari TPS ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekitar 400-450 ton per hari. “Jumlah pasukan kuning kami sekitar 900 orang, dan ini masih mampu meng-cover kebersihan kota, sehingga belum ada pemikiran swastanisasi tenaga kebersihan seperti daerah lain,” ungkap Wasto.
DKP Kota Malang juga mulai meningkatkan ruang terbuka hijau (RTH) dengan membangun Wana Wisata Bhumi Arema yang berada di belakang Telecenter, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang. RTH seluas delapan hektare itu didesain untuk taman rekreasi keluarga, termasuk jogging.
Berdasarkan detail engineering design (DED) dan telah dituangkan dalam rancangan anggaran belanja (RAB), hutan kota dan wahana rekreasi ini diperkirakan menelan anggaran Rp 1,8 miliar. Pada 2011 nanti, sebagian program di RTH itu mulai dibangun dengan anggaran Rp 800 juta.nekn
Editor : jps