Home » Bisnis

Beli Tunai, KPR Rumah Second Minim

Permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) rumah second melalui perbankan tak begitu mendominasi, meski demikian pertumbuhannya masih bagus.

Consumer Loan Business Center (CLBC) Manager Bank Mandiri Taufik Hardiatna Saidi mengatakan, permintaan KPR rumah pertama dengan menggandeng developer diberi porsi jauh lebih banyak karena dari sisi perbankan lebih menguntungkan dibandingkan KPR rumah second.

“Risiko kredit macetnya bisa ditekan kalau menggandeng developer. Kalau rumah-rumah second kan jual belinya antarindividu jadi risiko kredit macetnya lebih besar,” ujar Taufik, kemarin.

Namun, bukan berarti tren pembelian rumah second menyusut. Ada beberapa keuntungan yang membuat pasar rumah second tetap tumbuh. Faktor jangkauan lokasi strategis tengah kota masih jadi pertimbangan utama.

Banyak orang yang menginginkan rumah di tengah kota dengan harga terjangkau, dan kebanyakan itu hanya bisa terbeli lewat rumah-rumah second.

“Porsi KPR rumah second dibandingkan rumah pertama di Bank Mandiri 20:80 persen. Dari Rp 1 triliun kredit konsumer, porsi KPR sekitar 70 persennya,” katanya.

Porsi KPR rumah second memang tak banyak, mengingat kecenderungan orang membeli rumah second juga dilakukan secara tunai, bukan melalui cicilan.

“KPR rumah second itu termasuk kredit renovasi rumah. Di 2011, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan KPR secara umum minimal 20 persen. Potensi rumah second masih cerah, meski pertumbuhan penjualan rumah pertama akan lebih besar,” jelas Taufik.

Untuk bunga KPR ditawarkan 8,8 persen flat di tahun pertama, dengan tenor maksimal 15 tahun.

Sementara, kredit rumah second atau renovasi rumah sekitar 11,5 persen dengan tenor lebih cepat yakni maksimal 10 tahun. NPL KPR Mandiri per November, tidak lebih dari tiga persen.name

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "