Surabaya - surya- Perbankan semakin giat mengepakkan sayapnya di sektor UMKM alias mikro. Tak hanya bank-bank umum, tapi juga bank-bank syariah. Setelah Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BRI Syariah, BCA Syariah mulai tahun depan ancang-ancang menggarap pasar mikro secara nasional.
Direktur Umum BCA Syariah Yana Rosiana mengatakan, saat ini persiapan masih dalam penguatan infrastrukur dan SDM.
“Kita kembangkan jaringan dulu, setelah infrastruktur siap, mikro benar-benar kita garap. Untuk pengembangan jaringan investasinya tidak besar karena kita masih nempel di BCA,” ujar Yana, di Surabaya, pekan lalu.
Pasar mikro dinilai cukup menjanjikan dan sangat luas, pertumbuhan bisnisnya juga signifikan. “Apalagi bank-bank syariah yang bermain di sektor ini masih sedikit,” jelasnya.
Sebelum diakuisisi menjadi BCA Syariah, bank ini mengusung bendera PT Utama International Bank (Bank UIB). “Kita seriusi sektor mikro, karena yang korporasi sudah ditangani holding kami BCA. Tahap awal, sasaran ke sektor mikro produktif, khususnya di perkotaan. Kalau di pedesaan, butuh investasi lebih besar karena pengembangan jaringan harus maksimal ke pelosok,” kata Yana.
BCA Syariah mencatat, perolehan aset hingga triwulan III/2010 sebesar Rp 800 miliar dengan DPK Rp 522 miliar. Sampai akhir tahun ditargetkan aset bisa tembus Rp 850 miliar secara nasional, dengan lending diharapkan Rp 430 miliar
“Mencari tenaga kerja yang kapable di bidang syariah saat ini sulit. Semua bank syariah ekspansi. SDM saling bajak. Strategi kita menggandeng lembaga training profesional yakni LPPI (Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia). Suplai tenaga kerja dari sana,” imbuhnya.
Kawasan yang disasar untuk pengembangan mikro di seputar kota-kota besar yang prospektif industri mikro, seperti Jabodetabek, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bangkalan. n ame
Editor : jps