Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (CETRO), Hadar N Gumay mengaku gelisah. Masuknya unsur parpol sebagai penyelenggara KPU menurutnya, berpotensi memunculkan konflik besar dalam dalam Pemilu 2014.
“Konfik akan terjadi antara parpol di internal KPU, juga antara masyarakat dengan KPU, dan antara parpol di luar KPU dengan KPU. Konflik parpol dengan KPU bisa berbahaya karena mereka punya instrumen hingga bawah,” tutur Hadar, Senin (29/11).
Hadar menyangkal pernyataan elite-elite parpol yang menyebut keterlibatan parpol membuat pemilu 1999 bersih masalah. Haidar mencatat banyak konflik dalam pengambilan putusan di KPU, baik di daerah maupun di pusat.
“Pemilu 1999, di KPU (pusat) terjadi konflik yang sengit, banyak parpol tidak mau menandatangani hasil rekapitulasi pemilu. Untungnya waktu itu, Presiden Habibie berani mengambil alih dengan mengesahkan hasil pemilu. Kalau saja Habibi menolak, lalu militer punya keinginan mengambil alih kekuasaan, pasti dengan mudah dilakukan,” paparnya.nian
Editor : jps