PAKIS - SURYA- Bandara Abd Saleh Malang ditutup untuk penerbangan sipilnya sampai 4 Desember 2010. Akibatnya, penerbangan oleh tiga maskapai dibatalkan dan penumpang dialihkan ke Bandara Juanda Surabaya.
Penutupan ini mendadak dilakukan setelah pihak Lanud Abd Saleh menerima NOTAM (Notice to Airman) nomor C 00920110 dari Ditjen Perhubungan Udara, Senin (29/11) pukul 11.00 WIB karena dampak abu yang dikeluarkan Gunung Bromo. Keputusan tersebut berdasarkan pantauan satelit dari Australia, bahwa abu Bromo mengancam penerbangan.
“Setelah ada surat dari Ditjen Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan, maka segera kami sosialisasikan ke pihak maskapai penerbangan,” jelas Mayor (Sus) Wahyudi, Kapentak Lanud Abd Saleh, Senin (29/11).
Lewat Abd Saleh, ada tiga maskapai penerbangan yang melewati rute Malang-Jakarta dengan frekuensi sebanyak enam kali/hari, yaitu Batavia Air satu kali, Sriwijaya Air tiga kali dan Garuda Indonesia sebanyak dua kali. Ketika surat penutupan itu turun, masih tersisa empat kali penerbangan, yaitu Garuda dan Batavia sekali serta Sriwijaya dua kali.
“Penumpang Sriwijaya langsung diangkut bus ke Surabaya (Bandara Internasional Juanda),” jawab Wahyudi.
M Yusri, Manajer Distrik Sriwijaya Air menjelaskan, pengalihan penerbangan ke Juanda memang mendadak. Kemarin, sebanyak 120 penumpang Sriwijaya Air dari Jakarta-Malang untuk penerbangan pukul 13.10 WIB terpaksa diturunkan di Bandara Juanda Surabaya. Begitu juga untuk penerbangan sore pukul 14.15 WIB, sebanyak 118 penumpang juga turun di Surabaya. Mereka lantas dijemput bus dan turun di Terminal Arjosari, Kota Malang.
“Sementara untuk penerbangan besok (hari ini, Selasa, 30/11), kami memilih membatalkan penerbangan rute Malang-Jakarta sampai tanggal 4 Desember nanti. Sehingga penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket Malang-Jakarta bisa refund,” kata Yusri.
Siapkan Bus
Dharmawan, Manajer Distrik Garuda Indonesia Malang mengatakan, pukul 12.00 WIB, pihaknya langsung membatalkan penerbangan ke Jakarta. Untuk penerbangan pagi ini, yakni pukul 09.15 WIB, dialihkan ke Juanda dan terbang pukul 11.15 WIB. “Jumlah penumpang pada saat dialihkan ke Juanda mencapai 60 orang. Tapi pada hari-hari berikutnya sampai tanggal 4 Desember sekitar 90-100 penumpang dari kapasitas 110 tempat duduk,” jelas Dharmawan.
Untuk penerbangan hari berikutnya, Garuda menyiapkan bus di Bandara Abd Saleh untuk membawa calon penumpang ke Juanda.
Sementara pihak Batavia Air memutuskan membatalkan rute Jakarta-Malang PP sampai pada 2 Desember. Terkait penerbangan militer dari Lanud Abd Saleh, kata Wahyudi, tidak ada perubahan karena tidak ada larangan terbang terkait pesawat militer.nvie
Editor : jps