PASURUAN | SURYA Online - Beragam cara dilakukan warga untuk menghindarkan diri dari malapetaka yang mengancam mereka akibat lewtusan Gunung Bromo. Salah satunya, dengan menggelar ritual puja tetolak malapetaka. Ritual ini digelar warga Suku Tengger di Pura Bhang Kahyangn Kerti Jaya Buana Wonikitri, Tosari, Pasuruan, Jawa timur, Senin (29/11/2010).
Dukun Suku Tengger dari Desa Wonokitri, Supayadi menjelaskan, puja tetolak malapetaka sebenarnya kegiatan rutin yang dilaksanakan secara periodik empat kali dalam setahun. Ritual ini dilaksanakan pada bulan katiga, kanam, kasepuluh, dan kasaa sesuai kalender Tengger.
Inti ritual ini adalah upaya untuk mengembalikan (menolak) berbagai bentuk malapetaka. Ditambahkan, puja tetolak hari ini lebih dikhususkan untuk menolak malapetaka yang ditimbulkan dari aktivitas Gunung Bromo.
Ia berharap aktivitas Gunung Bomo yang sedang meningkat itu bisa segera selesai, tanpa menimbulkan malapetaka bagi warga dan lingkungan di sekelilingnya.
Penulis : Antara
Editor : Taufiq Zuhdi