Home » Berita Terkini » HotNews

Menggunung, Kolam Lumpur Lapindo Berpotensi Longsor

Ilustrasi. Foto : dok

SIDOARJO | SURYA Online - Luapan lumpur Lapindo yang berada di dalam kolam penampungan utama dikhawatirkan bakal longsor. Ini lantaran volume lumpur di dalam kolam penampungan yang semakin penuh.

Staf Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Akhmad Kusairi, mengatakan, saat ini kolam penampungan lumpur sudah penuh dan terlihat menggunung.  “Saat ini ketinggian antara pusat semburan dengan tanggul penahan lumpur yang ada di pintu kolam penampungan hampir sama,” katanya, Senin (29/11/2010).

Ia mengemukakan, jika luapan lumpur yang berada di dalam kolam penampungan tersebut terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan terjadinya “sliding” atau longsoren lumpur. Karena pada dasarnya, kata dia, bagian bawah lumpur yang ada di dalam kolam penampungan tersebut masih basah, sehingga sangat mungkin terjadinya longsoran.

“Terlebih pada saat musim hujan seperti sekarang ini potensi longsoran tersebut sangat besar dan harus dilakukan penguatan tanggul,” paparnya.

Terkait dengan masalah ini, BPLS saat ini terus melakukan penguatan tanggul dengan melakukan pemasangan bronjong secara menyeluruh mengelilingi kolam penampungan lumpur.

Dengan demikian, kata dia, kemungkinan tanggul jebol akibat longsoran lumpur dari dalam kolam penampungan bisa diminimalisasi.

Ia menjelaskan, saat ini ketinggian tanggul penahan lumpur sekitar sebelas meter dan ketinggian bronjong saat ini sekitar lima meter.  “Bronjong tersebut dipasang pada luar tanggul supaya kalau ada empasan dari dalam tanggul bisa tertahan dan tidak sampai mengganggu aktivitas di luar tanggul,” ujarnya.

Sejak tanggul cincin hilang terendam lumpur, lanjut dia, praktis tanggul terluar merupakan bagian yang berbatasan langsung dengan masyarakat.  “Termasuk tanggul terluar di kawasan Ketapang dan Siring yang berbatasan langsung dengan Jalan Raya Porong,” tuturnya.

Namun demikian, BPLS saat ini juga berupaya untuk mengalirkan luapan lumpur dengan menggunakan mesin penyedot.  “Mesin tersebut menyedot lumpur dari dalam kolam penampungan untuk dialirkan keluar menuju ke Kali Porong,” katanya.

Harapannya, dengan pengaliran lumpur tersebut bisa mengurangi beban yang ada di dalam kolam penampungan mengingat saat ini debit air di Kali Porong sedang tinggi.

Penulis : Antara

Editor : Taufiq Zuhdi

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "