JAKARTA - SURYA – Cerita duka tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi seperti tidak ada habisnya. Kali ini seorang TKI ditemukan tewas gantung diri. Demikian dikabarkan surat kabar online berbahasa Arab, pada Jumat (26/11/2010) kemarin.
Mayat TKI malang berusia 27 tahun tersebut ditemukan majikan perempuannya dalam posisi menggantung pada seutas tali yang terikat di langit-langit kamarnya. Dia berusaha menyelamatkan perempuan itu namun sayang, perempuan itu tidak lagi bernyawa.
Polisi yang melakukan investigasi peristiwa tersebut menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh TKI tersebut. Mereka juga menyelidi apa motif dan penyebab TKI yang beberapa hari lagi akan pulang ke tanah air itu nekat gantung diri.
“Tidak ada bukti-bukti kekerasan, ini mengindikasikan perempuan itu menggantung dirinya sendiri. Tubuhnya telah berada di kamar mayat dan menunggu pemeriksaan forensik,” kata juru bicara polisi, Brigadir Bandar Almakhlaf.
MELARIKAN DIRI
Pada waktu yang sama, TKI lainnya ditemukan mengalami patah tulang setelah melompat dari lantai 3, karena ingin melarikan diri dari rumah majikannya di Arab Saudi.
Menurut Arabnews.com, peristiwa terjadi pada Jumat pekan lalu di distrik Al-Salam, Jeddah utara. “Dia tidak menderita luka serius akibat melompat. Bagaimana pun, penyelidikan lebih lanjut akan terus di daerah ini,” kata Kolonel Al-Juaid, juru bicara kepolisian Jeddah.
Saksi mata mengatakan, seorang perempuan merangkak dan kemudian melompat. Setelah mendarat, perempuan itu bersembunyi di bawah mobil yang diparkir.
Sang majikan itu kepada polisi mengatakan, TKI itu tiba kurang dari dua minggu lalu, dan pekerjaannya diakui kurang memuaskan. Dua hari sebelum TKI itu melompat, sang majikan bermaksud untuk mengembalikan dokumen yang bersangkutan kepada agen penyalur TKW.
Namun sayang, identitas kedua TKI tersebut belum terungkap. Pihak Kemenakertrans ketika ditanyakan hal tersebut, baru akan mengontak KBRI dan KJRI untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut dari peristiwa tersebut.
“Kita masih menunggu laporan dari pihak KBRI di Riyadh dan KJRI di Jeddah,” kata Kepala Pusat Humas Kemenakertrans Suhartono.
Sumber : tri/dms/Pos Kota
Editor : jps