MAGELANG | SURYA Online - 211 ruang kelas di Kabupaten Magelang rusak akibat letusan Gunung Merapi, kerugian diperkirakan mencapai Rp 17 miliar.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang, Musowir, di Magelang, Senin (29/11/2010), mengatakan, dari sejumlah ruang kelas yang rusak tersebut terdapat 30 ruang rusak parah dengan kerusakan di atas 80 persen hingga ambruk.
Sebanyak 57 ruang kelas rusak sedang, dengan kerusakan 45 hingga 84 persen dan 124 ruang kelas rusak ringan, yakni dengan kerusakan kurang dari 25 persen.
“Kebanyakan ruang yang rusak adalah ruang kelas SD di kawasan rawan bencana Merapi. Untuk membangun kembali ruang rusak tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 17 miliar,” papar Musowir.
Musowir juga mengatakan, kerusakan itu akibat hujan abu dan pasir vulkanik Gunung Merapi. Genteng serta atap yang tidak kuat menahan beban abu dan pasir akhirnya roboh. Selain bangunan, kerusakan juga terjadi pada peralatan belajar dan mebelair.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang, Ngaderi Budiyono mengatakan, kerusakan tersebut telah dilaporkan ke Kementerian Pendidikan Nasional. “Kami berharap segera ada perbaikan,” katanya.
Menurut Ngaderi, sejumlah sekolah hingga sekarang belum mulai kegiatan belajar mengajar karena berada di kawasan bencana. Namun, para siswa yang masih mengungsi, tetap sekolah di lokasi pengungsian.
Sekolah yang berada di kawasan aman, tambah Ngaderi, juga terdapat beberapa ruang kelas yang rusak, maka kegiatan belajar mengajar dilakukan di ruang lain yang masih bisa digunakan.
Kepala SDN 2 Srumbung, Suyitna, menyebutkan akibat erupsi Merapi, selain lingkungan dipenuhi pasir dan abu vulkanik, terdapat dua ruang yakni kelas V dan VI plafonnya jebol dan kuda-kuda bangunan atap melengkung.
“Kedua ruang kelas tersebut tidak bisa digunakan maka siswa belajar di ruang lain,” kata Suyitna.
Sumber : ant
Editor : Sugeng Wibowo