Home » Berita Terkini

Rumah Soeharto Jadi Museum

JAKARTA | SURYA - Pengusaha Probosutedjo mengatakan rumah tinggal mantan presiden Soeharto di Jl Cendana Nomor 6 dan 8, Jakarta Pusat, akan dijadikan museum.

“Saya minta sama Titiek (Siti Hediyati Harriyadi, putri mantan Presiden Soeharto). Tiek kamu sudah punya rumah yang lain, jadi ini dijadikan museum. Dia setuju, keluarga sudah setuju.” kata Probosutedjo yang juga adik mantan presiden Soeharto itu, di Jakarta, Sabtu (30/10).

Ia mengatakan, rumah Jl Cendana sudah tidak lagi ditinggali oleh keluarga, karena semua anaknya telah memiliki rumah sendiri.

Menurut dia, ide untuk mendirikan museum yang akan dinamakan “Jenderal Besar Soeharto” terinspirasi oleh tuduhan Abdurrahman Wahid saat menjadi presiden yang mengatakan ada bunker-bunker di bawahnya untuk menyimpan kekayaan.

“Semua tuduhan itu tidak benar, waktu itu sudah diperiksa oleh pemerintahan Gus Dur, nyatanya tidak ada, tapi pemerintah tidak mau mengumumkan. Itu yang saya sesalkan, pemerintah tidak mau mengumumkan bahwa bunker yang selama ini diopinikan itu ternyata tidak ada,” katanya.

Dengan dibukanya rumah itu sebagai museum, lanjut Probo, maka masyarakat dan generasi penerus dapat mengetahui rumah sebenarnya dari mantan presiden Soeharto.

Ia menambahkan, di depan museum itu nantinya dipasang sebuah patung mantan presiden Soeharto berpakaian militer setinggi 3 meter.

“Saat ini patungnya belum selesai, tapi sudah terlihat bentuknya,” katanya.

Sedangkan di bagian dalam museum akan ada berbagai macam barang bernilai sejarah pada masa orde baru itu.

Rumah di Jalan Cendana 6 dan 8 itu merupakan tempat tinggal mantan presiden Soeharto yang telah dihuni puluhan tahun, hingga Soeharto meninggal dunia pada 27 Januari 2008.

Jenderal Soeharto jadi presiden sejak 1967 dan berakhir pada 1998. Soeharto semula menjadi pejabat presiden pada 1967 setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno ditolak oleh MPRS. Pada 1968, Soeharto dikukuhkan menjadi presiden sesuai hasil Sidang Umum MPRS.

Pada 1998, Soeharto akhirnya meletakkan jabatan karena tuntutan dan demonstrasi mahasiswa akibat resesi ekonomi yang cukup parah sejak 1997. Hingga kini kawasan Jl Cendana kerap dijadikan tempat aksi unjuk rasa.

Penulis : dos

Editor : Sugeng Wibowo

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "