Home » Berita Terkini

Paket Berisi Bahan Peledak di Pesawat

LONDON | SURYA - Sebuah paket berisi bahan peledak ditemukan di Bandara East Midlands, perbatasan Derbyshire dan Leicestershire, Inggris, Jumat (29/10). Paket tersebut diangkut pesawat kargo yang berangkat dari Yaman, hendak menuju Chicago, Amerika Serikat (AS).

Paket berupa rangkaian printer yang telah dimodifikasi ini diduga hasil kerja Al Qaeda, yang ditujukan untuk sinagoga yang ada di Chicago. Paket serupa juga ditemukan di Dubai.

Paket di Inggris ditemukan Dinas Rahasia Inggris, M16. Ini setelah mereka mendapat petunjuk dari salah satu sumber di negara Arab.

Paket pertama ditemukan, Jumat (29/10) dinihari, dalam penerbangan United Parcel Service (UPS) yang berhenti di East Midlands. Paket diambil dari pesawat dan ditempatkan dalam gudang penyimpanan UPS yang hanya berjarak 90 meter dari landasan pacu dan 800 meter dari terminal penumpang.

Dari gudang penyimpanan, paket hendak dialihkan dalam pesawat kargo menuju Chicago. Namun paket telah menimbulkan kecurigaan ketika dilakukan pemeriksaan rutin. Paket diuji di lokasi tertutup di bandara, setelah kabel dan bubuk putih keluar dari paket itu.

Awalnya, hasil pemeriksaan menyebutkan jika paket itu tidak mengkin berisi peledak. Jumat (29/10) malam, paket dikirim bersama barang-barang lainnya ke detektif anti teroris di Scotland Yard, untuk dilakukan tes forensik lebih lanjut. Kemudian diketahui bila perangkat tersebut dihubungkan dengan telepon selular.

Pejabat di AS meyakini paket itu berisi pentaerythritol trinitrate atau PETN, bahan peledak yang digunakan Umar Farouk Abdulmuntallab, dalam serangan Natal 2009, di pesawat menuju Detroit. Bahan yang sama juga digunakan Richard Reid, dalam serangan bom sepatu yang gagal tahun 2001.

Beberapa jam setelah temuan paket ini, dua pesawat UPS di Bandara Philadelphia dibawa ke area aman dan diperiksa.

Sementara itu, temuan paket bom ini tidak akan mengganggu jadwal kunjungan Presiden AS Barack Obama ke sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia. Kunjungan tetap berlangsung awal November mendatang.

“Setiap kali Presiden menempuh perjalanan, kami terus waspada akan potensi ancaman dan mengamati situasi terkait terorisme. Sementara ancaman itu tidak berpengaruh,” kata John Brennan, penasihat khusus Presiden AS.

Obama akan berkunjung ke India, Indonesia, Korsel dan Jepang selama 10 hari. Dan ia akan berada di Indonesia selama dua hari pada tanggal 9 dan 10 November.

Sumber : mail/pti

Penulis : tis

Editor : Sugeng Wibowo

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "