TULUNGAGUNG | SURYA Online - Belasan ribu liter susu dari para peternak sapi di empat desa di Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terpaksa dibuang percuma. Ini karena susu-susu tersebut tak lagi bisa didistribusikan sejak akses utama di daerah tersebut putus akibat longsor.
Pantauan di sekitar lokasi kejadian, Minggu (31/10/2010), putusnya jalan antarkabupaten di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, menyebabkan beberapa truk tanki susu tak bisa melintas. Tidak hanya kendaraan yang datang dari wilayah ibukota Kecamatan Pagerwojo, truk maupun pik up pengangkut susu dari daerah atas longsoran juga tak bisa turun.
Upaya normalisasi memang telah dilakukan Dinas PU dan Binamarga Tulungagung. Namun mobilisasi tenaga dan alat berat itu sejauh ini belum rampung 100 persen. Dampaknya, selain menyebabkan akses utama antarkecamatan di dua kabupaten itu putus total, ribuan peternak terancam tak bisa mendistribusikan hasil perahan susu sapi mereka.
“Kami terpaksa menghentikan sementara penerimaan susu dari peternak karena putusnya jalan ini menyebabkan proses distribusi sangat lama,” kata Budiono, karyawan KUD Sri Wigati, salah satu koperasi pengepul susu di Kecamatan Pagerwojo, Minggu.
Budiono mengatakan, pihaknya tak mau mengambil risiko jika susu yang tak segera dimasukkan tanki pendingin nanti rusak. Sebab, sesuai aturan, susu sapi harus sudah terkirim ke KUD maksimal sejam setelah diperah peternak di kandang.
Standar operasional prosedur pengolahan susu ini tentu sangat sulit terlaksana jika akses distribusi dari sentra peternakan ke KUD terputus akibat longsor. “Apalagi jarak yang harus ditempuh mencapai 10 kilometer, dan pada Jumat (29/10)hanya berhasil menampung 40 persen dan sisanya terpaksa dikembalikan lagi ke peternak,” ujar Budiono.
Empat desa yang terdampak oleh putusnya jalan antarkabupaten di Kecamatan Pagerwojo itu masing-masing adalah Desa Pagerwojo, Gondanglegi, Kradinan, serta Samar. Volume produksi susu dari empat desa ini biasanya perhari mencapai 10.000 liter dengan rincian sebanyak 6.000 liter disetor peternak pada sesi pengiriman pagi hari, sisanya merupakan hasil perahan kedua sebanyak 4.000 liter dikirim sore hari.
Semua susu sapi yang sudah terkumpul di KUD-KUD ini lalu dikirimkan ke pabrik pengolahan susu (PT Nestle) yang berada di Pasuruan, Jawa Timur.
Penulis : Antara
Editor : Junianto Setyadi