YOGYAKARTA | SURYA Online - Hujan abu yang terjadi akibat letusan Gunung Merapi akhirnya sampai ke perkotaan di Yogyakarta, antara lain di perumahan warga di Jalan Taman Siswa. Sabtu (30/120/2010) pagi menjelang pukul 06.00 WIB, para warga dikagetkan dan direpotkan oleh hujan abu yang deras.
“Sekarang hujan abu. Semua jadi putih dan berdebu — di genting, dalam rumah, dan di jalanan. Kami harus menyapu debu, dan pakai masker. Juga bau belerang,” keluh Gayatri, seorang warga Jl Taman Siswa Yogyakarta, Surokarsan, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, kepada Surya via ponsel, Sabtu pagi ini.
Untuk membersihkan abu dari dalam rumah, Gayatri dan keluarganya harus mengguyurnya memakai air. “Sekarang langit tampak abu-abu, nggak bisa lihat matahari. Suasana mendung, putih semua, tebal sekali. Sekarang hujan abunya deras, lebih deras dari sekitar 20 menit lalu,” papar perempuan yang bersama orangtuanya tinggal di daerah yang terletak sekitar 1,5 kilometer dari Keraton Yogyakarta.
Sebelumnya, Sabtu dini hari sekitar pukul 00.40 WIB, Antara melaporkan, hujan abu menyelimuti Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Sedangkan Alissa Wahid, anak almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), melalui akun Twitternya mengabarkan, bau belerang tercium tajam dari dalam rumahnya meskipun pintu sedang tertutup.
Alissa dan keluarganya tinggal di daerah Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi rumahnya berada di Jl Kaliurang Km 9 yang berarti 9 Km dari pusat Kota Yogyakarta menuju Kaliurang di lereng Merapi. “Pintu dibuka dikit, abu masuk. Ngepel deh kita..” tulis Alissa.
Penulis : Junianto Setyadi
Editor : Junianto Setyadi