Home » Berita Terkini

Berenang, 2 Bocah Hilang di Kalimas Surabaya

SURABAYA | SURYA online - Upaya pencarian dua bocah tenggelam di Kalimas Ketabang Kali, Surabaya, Jawa Timur, dihentikan sementara, Sabtu (30/10/2010) sore.  Kapolsek Genteng, Komisaris Polisi Fadli Widianto, mengatakan, usaha pencarian selama lebih dari tiga jam yang dilakukan polisi belum membuahkan hasil.

“Hasilnya masih nihil. Karena kondisi yang sudah malam dan semakin derasnya air sungai maka pencarian diputuskan untuk dihentikan, dan dilanjutkan Minggu (31/10) besok, mulai pukul 08.00 WIB,” ujarnya.

Dua bocah berusia 11 tahun,  Dicky Auren dan Arif Rahman Hakim, warga Jalan Kapasari Surabaya, tenggelam saat ingin berenang di bawah patung Suro dan Boyo.  Kedua  bocah ini  bersekolah di SDN Kapasari III, dan sama-sama duduk di kelas VI. Mereka sebelumnya berniat main di arena skater yang berada tepat di samping sungai.

Setelah dua anak itu tenggelam, keluarga mereka pun nekat mencebur dan mencari sendiri tanpa bantuan peralatan apapun. Sedangkan Achmad Syahrul, salah satu rekan dua bocah tersebut, mengaku sudah memperingatkan keduanya untuk segera menjauh dari bibir sungai dan kembali bermain, namun keduanya tetap tak mau beranjak.

Gunakan Perahu Karet

Tim Rescue dari Detasemen Brimob A Polda Jatim dibantu Tim Badan SAR Nasional melakukan pencarian korban menggunakan perahu karet dan penyelaman. Namun, sampai menjelang malam, korban tetap belum bisa ditemukan.

“Besok petugas akan kembali dan mencarinya lagi. Kita juga meminta bantuan dan melibatkan pihak TNI AL dengan harapan kedua korban bisa segera ditemukan,” ucap mantan exim Satuan Pidana Ekonomi (Satpidek) Ditreskrim Polda Jatim tersebut.

Terkait pemeriksaan terhadap saksi - saksi, sampai saat ini polisi hanya bisa memintai keterangan beberapa rekannya yang sebelum kejadian bermain bermain bersama dua bocah malang itu. Sedangkan  pihak keluarga korban belum bisa dimintai keterangannya karena masih dalam keadaan shock.

“Orang tua dan keluarga korban masih belum bisa diminta datang ke Mapolsek. Sebab mereka masih bingung dan shock. Kami memakluminya, dan jika sudah tenang semuanya, polisi akan memintau keterangan,” jelas Fadli.

Penulis : Antara

Editor : Junianto Setyadi

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "