Home » Berita Terkini

Ambles 300 Meter, Jalur Tulungagung-Trenggalek

TULUNGAGUNG | SURYA Online - Longsor yang melanda sejumlah wilayah di daerah pegunungan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sejak Jumat (29/10/2010) malam, telah menyebabkan jalur alternatif Tulungagung-Trenggalek ambles sepanjang 300 meter. Sampai Sabtu (30/10/2010), longsor yang terjadi di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, itu masih menyebabkan badan jalan alternatif praktis putus total.

Tak satupun kendaraan yang bisa melintas akibat permukaan badan jalan melesak (turun) ke bawah hingga kedalaman semeter. “Kejadiannya hampir bersamaan dengan longsor di Desa Kradinan yang menewaskan tiga orang warga, yakni sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Kasat Samapta Polres Tulungagung, AKP Hari Sutrisno, Sabtu.

Informasi dari sejumlah warga dan sejumlah petugas yang tergabung dalam tim tanggap bencana di lokasi kejadian, longsor baru diketahui Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat itu, warga dari Desa Kradinan yang hendak turun dan berkoordinasi dengan tim tagana di Kecamatan Pagerwojo terjebak longsor di Desa Samar. Demikian juga dengan dengan tim tagana yang hendak dikerahkan ke lokasi bencana longsor di Desa Kradinan.

Lewat Jalan Setapak

Mereka akhirnya bisa mencapai lokasi bencana yang menyebabkan tiga warga tewas dan satu luka-luka itu, setelah berjalan memutar melalui akses jalan setapak di atas lereng yang ambles tersebut.  “Tetapi seluruh kendaraan bantuan maupun alat berat dari bawah (kota, Red) akhirnya hanya bisa berhenti sampai di sini. Selain ikut ambles hingga kedalaman satu meter, material longsor dari atas tebing Gunung Tugel juga menutup badan jalan hingga radius 300-an meter,” papar Budiono, warga Desa Samar.

Demi mengatasi putusnya jalan utama antarkecamatan sekaligus jalur alternatif Tulungagung-Trenggalek tersebut, Pemkab Trenggalek kemudian segera mengerahkan sejumlah alat berat dan ratusan anggota tim tagana ke lokasi kejadian.  Mereka dibantu sekitar 150 personel kepolisian dan satu kompi anggota TNI dari Tulungagung dan Kediri, lantas bahu-membahu mengeruk seluruh material longsor yang menutup badan jalan dan menutupnya kembali dengan pasir.

Upaya normalisasi itu bahkan masih terus berlangsung hingga sore hari.  Selain melakukan pemadatan menggunakan pasir, tim tagana dibantu kepolisian dan TNI juga memasang ratusan sand bag atau karung pasir di bibir tebing untuk menahan kemungkinan terjadi longsor susulan.

Penulis : Antara

Editor : Junianto Setyadi

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "