Batu - Surya- Dituduh merebut pacar kawannya, LN, 17, warga Kelurahan Sisir babak belur dikeroyok oleh empat orang kawan sepermainannya. Luka memar di pipi kiri dan mata kiri serta sekujur tubuh yang terasa sakit membuat LN memutuskan untuk melaporkan penganiayaan yang dilakukan kawan-kawannya ke polisi.
Penganiayaan terhadap LN berawal saat ia diundang empat temannya untuk nongkrong di pertokoan dekat MAN 2 Batu, Rabu (27/10) petang lalu.
Sesampai di sana, DW, 17, seorang teman pria LN meminta uang sebesar Rp 20.000 untuk membeli minuman.
Karena pertemanan LN pun memberikan uang itu dan kelimanya pun langsung sepakat membeli minuman keras dan mabuk-mabukan. “Waktu itu saya tidak ikut meminumnya. Tetapi dua teman perempuan saya, DA dan RA juga ikut minum dan mabuk,” beber LN saat melapor ke Polres Batu, Kamis (28/10).
Dalam keadaan mabuk itulah, DA langsung menuduh LN merayu pacarnya DW, yang juga ikut mabuk itu. DA pun tak terima dan meminta DW bersama temannya RI untuk memberi pelajaran kepada LN karena dianggap tidak setia kawan.
“Waktu itu saya sudah berusaha lari dan berteriak. Tapi badan saya langsung ditarik dan mulut saya dibekap oleh DW. Saat itulah ketiga teman saya yang lain itu memukuli saya berkali-kali,” cerita LN yang putus sekolah sejak kelas 2 SMP itu.
LN dalam laporannya mengaku dihajar sampai pingsan dan baru tersadar beberapa menit kemudian.
Menurut ibu korban Siti, 45, dirinya memang sudah mengingatkan anaknya berkali-kali jangan terlalu sering bermain dengan teman-temannya itu. Bahkan sebelum kejadian ini, LN sendiri pernah tidak pulang selama sebulan penuh. “Itu semua akibat pergaulannya dengan anak-anak seperti itu,” ujar Siti.
Sementara itu Kanit PPA Polres Batu, Aipda Endang Riani, meminta agar kasus ini jangan diekspos dulu mengingat pelakunya sedang dalam pengejaran. “Sudah jangan diberitakan dulu,” katanya.nrea
Editor : jps