Surabaya - Surya- Para pengguna sepeda di Surabaya minta dibuatkan jalur khusus, menyusul ditetapkannya UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Ketua Komunitas Bike 2 Work Surabaya Achmad Basori mengatakan kewajiban Pemkot Surabaya membuatkan jalur khusus sepeda karena sudah diatur di undang-undang.
“Jalur ini sangat perlu mengingat perkembangan sepeda yang cukup tinggi di surabaya,” katanya dalam diskusi Reboan yang diselenggarakan Dewan Kota Surabaya, di Gedung Serbaguna Kompas Gramedia Jl Jemursari, Rabu (27/10).
Jalur khusus ini juga untuk memacu warga menggunakan sepeda yang berarti mengurangi polusi di Surabaya. “Selama ini warga banyak yang enggan naik sepeda karena kalah bersaing dengan motor dan mobil,” ujarnya.
Menurut Basori, jalur khusus sepeda ini harus sejalan dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Integrasi yang dimaksud adalah ketersediaan angkutan umum lain yang bisa terhubung dengan jalur sepeda. “Saat ini banyak para pekerja asal Sidoarjo yang memilih naik komuter untuk menghindari kemacetan di Jalan Ahmad Yani. Setelah turun dari stasiun dilanjutkan dengan genjot ke tempat kerja. Ini saya kira solusi yang cukup cerdas,” katanya.
Aulia, pengguna sepeda, mengatakan jalur sepeda mendesak direalisasikan. “Bukan berarti para pengguna ini minta dieksklusifkan, tapi ini bentuk kesadaran bahwa pengguna motor harus berbagi dengan nonmotor,” katanya.
Ketua Komunitas Sepeda Tua, Wahyu Witjaksono menambahkan, warga punya hak yang sama. Jika pengendara mobil dan motor mendapat fasilitas, harusnya pengendara sepeda juga dapat fasilitas.
Sementara itu Hera Widyastuti, dosen FTSP ITS, mengatakan untuk mewujudkan jalur khusus itu harus diketahui dulu populasi sepeda di Surabaya, agar penataan tak sia-sia.
Jalur khusus sepeda ini bisa mengambil sebagian pedestrian tapi juga bisa berbaur dengan angkutan lain dengan mengambil lajur paling kiri. Jika di Eropa, jalur sepeda hanya butuh 1,5 meter, namun di Surabaya lahan yang dibutuhkan 2 meter. “Tapi populasi sepedanya minimal 500 unit, lha di Surabaya belum ada angka pastinya,” ujarnya.
Terpisah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sedang mendesain keberadaan jalur ini. Hanya saja, dia belum mengungkapkan jalur-jalur mana saja yang akan digunakan serta di mana letak jalur ini.uus
Editor : jps