Home » Jatim Raya

Kasek Disandera Orang Tua Siswa

Dituding Korupsi Beasiswa
SAMPANG - SURYA-
Puluhan warga Desa Komondung, Kec Omben, Sampang, ngeluruk dan menyandera Bambang Iriyanto, Kasek SMPN 3 Omben, Kamis (28/10). Mereka menuding kasek telah menyalahgunakan keuangan sekolah, termasuk menyunat beasiswa.

Demo berawal dari adanya informasi bahwa sebanyak 65 siswa tidak bersekolah karena beasiswa 2008/2009 bagi siswa miskin disunat pihak sekolah.

Para pengunjuk rasa datang dengan membawa aneka poster kecaman dan tuntutan. Mereka meminta agar beasiswa yang menjadi hak 65 siswa miskin segera dibagikan utuh.

Tak hanya beasiswa, mereka juga memprotes kasek yang membebani wali murid. Seharusnya, katanya, pakaian seragam dan buku-buku sekolah tidak dibebankan kepada siswa, sebab sudah ada dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS).

Dalam demo yang diawasi aparat Polsek Omben, mereka menyandera Kasek Bambang di ruang TU. Saat mengungkapkan pendapat, ada yang naik ke atas meja dan ada yang menggebrak-gebrak meja. “Suruh pindah saja Bambang ini dan suruh cepat cairkan beasiswa,” teriak Abdul Hober, warga Komondung Lembe, Desa Komondung, Kec Omben, Sampang, sambil mengeluarkan jurus silat.

Kasek Bambang, didampingi Wakasek Urusan Sarana Sekolah Mohammad Ali membantah keras tudingan pendemo. “Tidak ada penyunatan. Silakan periksa buku penerimaan beasiswa,” tegasnya.

Menurut Bambang, pihaknya mengajukan beasiswa kepada Disdik Sampang untuk 140 siswa. Namun, dari jumlah itu, yang disetujui hanya untuk 50 siswa. Karena banyak siswa yang membutuhkan, maka hal ini dibahas dalam rapat orang tua siswa dan komite sekolah. Dalam rapat disepakati beasiswa untuk 50 orang itu diratakan untuk 80 siswa.

“Kalau semula setiap siswa menerima Rp 300.000, maka dengan pemerataan ini hanya menerima Rp 180.000 per orang. Tapi, jumlah penerima lebih banyak,” ungkap Bambang di depan demonstran

Tiga siswa SMPN 3 Omben, yakni Bairi 15, Hasir, 15, dan Imam 13, mengaku berhenti sekolah karena beasiswa disunat dan diberikan satu kali dalam setahun. Beasiswa yang diambil di Kantor UPTD Disdik Omben Rp 300.000 dipotong dalam jumlah tidak sama. “Bahkan, kami hanya menerima Rp 30.000 hingga Rp 50.000,” kata Hasir yang dibenarkan Bairi dan Imam yang ikut juga berdemo.

Hasir juga mengungkapkan ketersinggungan para siswa dan orang tua siswa atas pernyataan Moh Ali, guru, yang meminta agar uang beasiswa tidak dibelikan ikan tongkol saja, melainkan untuk biaya sekolah.

Di ruang Laboratorium, Kabid Tendik Disdik, Drs H Zainal Fatah dan Kabid Penentu Kebijakan dan Pembiayaan Drs H Sumadi, didampingi sejumlah staf, memberikan penjelasan kepada para pengunjuk rasa di depan Kasek Bambang. Ini disaksikan Kapolsek AKP Saiful Amin.

Seorang wali murid, yakni Abdul Muhdi, 39, saat dimintai pendapat, meminta pihak Disdik memutasi kasek. “Dia yang menyebabkan 65 siswa berhenti sekolah,” tegasnya.

Zainal Fatah menyatakan, pihaknya menyatakan akan menyelidiki kebenaran tudingan para wali murid, sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Zainal berjanji menuntaskan masalah ini secepatnya. “Dugaan adanya penyunatan beasiswa itu akan kami selidiki dulu,” ujarnya. Tak hanya itu, dia juga meminta kepada para wali murid untuk tidak bertindak gegabah dan main hakim sendiri. “Kami berharap suasana di sekolah ini kembali kondusif. Percayakan pada kami agar kasus ini dapat ditangani Disdik sampai tuntas,” pinta Zainal. st33

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "