Home » Surabaya Metro

Kamar Mandi Terbatas, CJH Wajib Berihram

Surabaya - Surya- Berbeda dengan calon jemaah haji (CJH) gelombang pertama, CJH gelombang kedua yang terbang ke Jeddah dianjurkan menggunakan kain ihram mulai keluar Asrama Haji Sukolilo.

Humas PPIH Embarkasi Surabaya Nur Yasin Shirotol Mustaqim mengungkapkan, pemakaian ihram ini sesuai anjuran Kepala Daker Jeddah Barori melalui surat tertanggal, 23 Oktober 2010.

Menurutnya, penggunaan ihram ini akan memerpendek waktu transit di Bandara Jeddah. Sebab CJH tak lagi bingung mandi.

Anjuran mandi sunnah di embarkasi juga untuk mengantisipasi padatnya arus kedatangan CJH. Diperkirakan pada gelombang kedua ini, akan terjadi penumpukan jemaah karena CJH dari berbagai negara mulai berdatangan. “Fasilitas kamar mandi di Bandara King Abdul Aziz Jeddah juga terbatas. Jadi daripada menunggu lebih baik sudah siap mulai dari embarkasi,” terangnya, Kamis (28/10).

Pemakaian ihram ini juga memermudah dan melancarkan persiapan umrah. Disebutkan Shirot, hampir seluruh CJH reguler asal Indonesia melaksanakan haji tamattu`, yakni melaksanakan umroh dahulu, baru hajinya. Konsekwensinya, jemaah harus bayar dam dengan menyembelih seekor kambing.

As’ad, CJH kloter 47 asal Situbondo mengaku, sudah mendapat instruksi memakai ihram sebelum bertolak ke Bandara Juanda. “Sudah tidak bisa macam-macam lagi Mbak, karena kita sudah mandi suci dan pakai kain ihram jadi harus jaga sikap,” katanya saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo.

Sementara itu kemarin kloter yang bertolak menuju Jeddah yakni kloter 46 asal Nusa Tenggara Barat (NTB), kloter 47 dari Situbondo dan kloter 48 dari Situbondo, Gresik serta Surabaya.nuus

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "