Kemelut di Gerindra Jatim
SURABAYA-SURYA- Konflik DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Jatim, kian panas. Kubu Ketua DPD Gudfan Arif yang dibekukan DPP mengklaim masih sah. Mereka menyiapkan kepengurusan baru menandingi bentukan caretaker pimpinan Soepriyatno.
Langkah Gudfan Arif menyusun kepengurusan baru tersebut ditegaskan Junaidi, Kamis (28/10). Sekretaris DPD Gerindra Jatim yang ikut menjadi sasaran pembekuan ini menyebut, langkah menyusun kepengurusan baru itu dilakukan karena Gudfan masih merasa menjadi ketua DPD Gerindra Jatim yang sah.
Indikatornya bisa dilihat dari komunikasi yang intens antara Gudfan dengan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto. “Kehadiran Ketua Dewan Pembina Gerindra ke Ponpes Sunan Drajat Lamongan beberapa hari lalu lalu menunjukkan Gudfan masih sebagai ketua DPD Gerindra Jatim,” kata Junaidi.
Ponpes Sunan Drajat merupakan asuhan KH Abdul Ghofur, salah satu deklarator Partai Gerindra, yang notabene ayah Gudfan.
Dalam kunjungan tanggal, 22 Oktober lalu, lanjut Junaidi, konflik Gerindra Jatim menjadi salah satu pembahasan. Namun sayangnya, mantan aktivis HMI itu mengaku tidak tahu detil pembicaraanya. Yang pasti, menurut Junaidi, Gudfan tetap dipercaya menjadi Ketua DPD Gerindra Jatim.
“Jadi kalau sekarang Gudfan dan Pjs Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno sama-sama menyusun kepengurusan harus dilihat secara positif. Soal kepengurusan mana yang nanti diakui, sepenuhnya menjadi wewenang Prabowo Subianto,” kata Junaidi.
Ia menambahkan, Gudfan sudah selesai menyusun kepengurusan baru. Beberapa hari ke depan nama-nama itu akan diserahkan langsung ke Prabowo. Siapa saja tokoh yang masuk dalam kepengurusan baru, Junaedi mengelak mengungkapkan. “Siapa-siapanya belum bisa dibuka, tapi Gudfan tetap sebagai ketuanya,” terangnya sembari tertawa.
Senada dengan Junaidi, ternyata kalangan ulama juga tak setuju pencopotan Gudfan Cs. Ketua Toriqot Satariyah Indonesia KH Sofyan mengatakan, para ulama dan kiai merasa dilecehkan atas pelengseran Gudfan yang dianggap representasi dari kalangan santri. Mereka juga marah dengan kejadian pembakaran foto KH Abdul Ghofur.
“Ulama marah dan merasa dilecehkan karena Gudfan itu representasi kelompok muslim. Kami siap di belakang Gudfan,” kata KH Sofyan.
Bersikap Dingin
Pjs Ketua DPD Gerindra Jatim, Soepriyatno menyikapi dingin manuver yang dilakukan Gudfan Arif Cs terkait penyusunan kepengurusan.
“Ya, silakan saja, saya kan tidak bisa menghalangi urusan pribadi Mas Gudfan. Saya sendiri sepenuhnya konsentrasi pada mandat dari DPP dengan sebaik-baiknya” tuturnya.
Tugas utama yang diemban itu, menurut Soepriyatno adalah membentuk kepengurusan baru, menggantikan kabinet Gudfan yang dibekukan DPP per 28 September lalu.
“Alhamdulillah, proses ini berjalan cukup baik. Sekarang ini, kami sudah berhasil menginventarisir sejumlah tokoh lintas golongan, ada kiai, ada mantan birokrat dan lain-lain yang siap masuk dengan gerbong massanya,” ungkapnya.
Soepriyatno mengaku, sejauh ini manuver Gudfan sama sekali tidak mengganggu tugas caretaker. “Setiap hari kami konsolidasi terus dengan DPC (kota/kabupaten). Semuanya lancar-lancar saja. Makanya saya tidak khawatir, kalau ada manuver-manuver tertentu,” ujarnya.
Soperiyatno menambahkan, tugas caretaker lainnya yang dilakukan adalah menyiapkan perangkat kerja, salah satunya Kantor DPD Gerindra Jatim. “Gedung sudah ada dan menunggu saat yang pas untuk menempati. Insya Allah representatif,” katanya tanpa mau menyebut lokasi gedung yang dimaksudnya. dos/ian
Editor : jps