Home » Berita Terkini » Sulawesi

Dipukul Polisi, Mahasiswa Mengadu ke DPRD Sulteng

PALU | SURYA Online - Empat mahasiswa yang menjadi korban pemukulan oleh oknum polisi saat unjuk rasa mengadu ke anggota DPRD Sulawesi Tengah guna meminta keadilan.

“Saya minta keadilan ditegakkan karena polisi telah melakukan pemukulan terhadap mahasiswa,” kata Taufik, mahasiswa korban pemukulan di Palu, Jumat (29/10/2010).

Taufik mengaku dipukuli oleh polisi saat melakukan unjuk rasa memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 28 di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Kamis (28/10/2010) kemarin.

Mahasiswa STAIN Datokarama Palu ini dipukuli oleh sejumlah polisi karena diduga memecah lampu teras gedung DPRD Sulawesi Tengah. “Kalau memang bersalah kenapa saya harus dipukul,” kata Taufik yang mengaku dipukul lebih dari empat kali.

Hamzah, koordinator aksi saat itu mengatakan, akan melaporkan pemukulan itu ke Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulteng. “Ini harus diusut tuntas, jangan biasakan polisi melakukan tindakan represif saat mengamankan unjuk rasa,” katanya.

Dalam unjuk rasa yang berakhir ricuh itu, lima mahasiswa dilaporkan mengalami luka memar akibat dipukuli polisi. Sementara Briptu Firdhy mengalami salah urat akibat terjatuh dan terinjak-injak peserta aksi saat melakukan pengamanan.

Seorang wartawan surat kabar lokal di Palu juga mengalami luka di bagian jidat karena terkena lemparan batu peserta aksi.

Anggota DPRD Sulawesi Tengah Ridwan Yalidjama yang menemui mahasiswa mengaku sudah membicarakan kasus ini kepada Wakapolda Sulawesi Tengah. “Kalau memang ada bukti, segera laporkan ke pihak berwenang,” ujar Ridwan.

Sumber : ant

Editor : Sugeng Wibowo

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "