Mojokerto - Surya- Separuh calon jemaah haji (CJH) asal Kota Mojokerto yang bakal berangkat pada bulan Oktober 2010 mengalami gangguan kesehatan dengan status risiko tinggi (resti). Mereka kebanyakan mengindap penyakit hipertensi.
Meski begitu, 99 CJH yang termasuk resti ini diperbolehkan berangkat menunaikan ibadah haji. Sehingga, total CJH asal Kota Mojokerto pada tahun ini mencapai 197 orang.
Temuan jemaah yang mengalami resti saat Dinkes menggelar surveillance (pemeriksaan kesehatan) kepada masing-masing jemaah yang berangkat tahun ini. ”Namun, mereka dipastikan tetap bisa berangkat pada tahun ini,” ungkap Kepala Dinkes Kota Mojokerto Cristiana Indah Wulan.
Dalam pemeriksaan kesehatan akhir pada dua minggu lalu itu, 99 orang jemaah terdeteksi mengalami berbagai macam penyakit. Di antaranya 42 orang hipertensi, 20 orang diabetes melitus dan jantung sebanyak sembilan orang. ”Jumlah tersebut termasuk di dalamnya adalah mereka berusia lansia 70 tahun ke atas,” katanya.
Sisanya, 93 orang dinyatakan sehat, 24 orang berusia lanjut usia (lansia). ”Untuk proporsi wanita usia subur (WUS) saat menjalani tes kesehatan sebanyak 50 orang. Namun, 100 persen tidak ada yang ditemukan dalam kondisi hamil, “ katanya.
Meski berstatus resti, CJH dan keluarga tidak perlu khawatir. Sebab, sesuai aturan yang ada, selain dibekali obat-obatan, mereka juga didampingi tim medis.nbet
Editor : jps