Home » Surabaya Metro

Pencuri Laptop Para Dokter Nyerah

SURABAYA - Surya- M Yamin, 40, spesialis pencuri laptop milik dokter di beberapa Rumah Sakit (RS) di Surabaya, Jakarta, dan kampus, menyerah setelah ditangkap anggota Polsek Gubeng, Rabu (29/9).

Warga Jl Bangun Nusa Raya, Cengkareng, Jakarta Barat itu kini meringkuk di tahanan mapolsek setelah tepergok mencuri laptop milik dr Leni di Poli Anak RSU Dr Seotomo, kemarin siang.

Kapolsek Gubeng AKP I Gusti Agung Sik didampingi Kanit Reskrim Iptu Winarno menuturkan, tersangka beraksi tidak hanya di wilayah Surabaya saja. Namun, ayah tiga anak itu mengaku sudah delapan kali mencuri laptop. “Wilayah yang diakui di RSU Dr Soetomo saja sebanyak empat kali, di RS di Jakarta dua kali dan di Universitas Jember (Unej) sebanyak dua kali,” tutur Iptu Winarno.

Menurut mantan Kasubnit Idik I Polrestabes Surabaya, laptop yang dicuri di RSU Dr Soetomo semuanya adalah milik dokter di Poli Anak dan Poli Gigi. Dari pengakuan tersangka, penyidik akan mengembangkannya karena di beberapa kantor pemerintahan juga sering kehilangan laptop.

“Kami tidak yakin jika tersangka hanya mencuri delapan kali. Bisa jadi, tersangka sudah puluhan kali mencuri laptop. Makanya ini terus kami kembangkan,” tukasnya.

Modus yang dilakukan tersangka cukup sederhana dan tradisional. Ia menyaru sebagai penjual kaca mata keliling di area perkantoran. Sembari menenteng beberapa kacamata, tersangka juga membawa tas punggung. Kantor yang kosong dimasuki tersangka dan setelah benar-benar tidak ada orangnya, komputer jinjing yang ada di meja langsung dimasukkan ke tasnya dan keluar.

Namun, ulah yang dilakukan tersangka saat mencuri laptop merek Axio milik dr Leni tepergok saat dimasukkan tas tersangka. Sontak, korban teriak dan pelaku lari. Mendengar teriakan aneh seperti itu, satpam RSU Dr Soetomo langsung tanggap lalu menangkap tersangka.

Tersangka yang diinterogasi penyidik mengaku menjual laptop hasil jarahan pada seorang penadah bernama Ryan tinggal di Moroseneng, Benowo. Laptop hasil curian itu rata-rata laku Rp 1,5 juta. “Uangnya saya pakai foya-foya dan sisanya dikirim ke keluarga,” ucap tersangka.

M Yamin tidak melakukan di satu tempat saja. Melainkan berpindah dari satu kota ke kota lain. Langkah itu untuk menghindari kecurigaan orang. “Dari Jakarta ke Surabaya lalu ke Jember,” jelasnya.

Setiap aksinya, tersangka selalu berdalih menjual kaca mata. Karena tersangka bebas keluar masuk dari satu kantor ke kantor lainnya.

“Setiap mencuri saya sendiri,” kata tersangka yang mengaku tidur di area Pelabuhan Tanjung Perak karena tidak memiliki tempat tinggal tetap di Surabaya.nmif

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "