Batu -SURYA- Pemkot Batu tetap bergeming dengan protes yang dilontarkan sejumlah LSM pemerhati lingkungan terkait pembangunan resor Rumah Jambu Luwuk (RJL).
Melalui Kepala Humas Pemkot Batu, Eko Suhartono, Badan Pembangunan Daerah Kota Batu menyampaikan, pihaknya hampir pasti tidak akan menghambat rencana pembangunan ini. ”Sejumlah instansi terkait sudah melakukan rapat. Dari rapat tersebut, ada enam pertimbangan, mengapa kami mendukung pembangunan resor ini,” ujar Eko, Rabu (29/9).
Disampaikan Eko, beberapa poin penting dari enam pertimbangan tersebut adalah, pihak RJL sudah merevisi siteplan yang sebelumnya sempat ditolak oleh Bappeda. Dalam siteplan baru ini, pengembang setuju menyisakan 85 persen lahan bangun sebagai ruang terbuka hijau. ”Artinya, yang mereka banguni nanti hanya 15 persen,” kata Eko.
Disamping itu, janji pihak RJL untuk mempekerjakan warga sekitar di tempat tersebut, diakui, menjadi alasan terbesar pemkot memuluskan pembangunan ini. Yang mereka janjikan, 80 persen dari pekerja resor tersebut, akan diambil dari warga sekitar.
Pemkot juga membantah bahwa lahan yang akan digunakan untuk resor RJ adalah kawasan hutan lindung. Menurut Eko, tanah seluas lima hektare di Kelurahan Songgokerto itu berstatus sebagai tanah pekarangan. n ab
Editor : jps