Kediri - Surya- Selama dua bulan terakhir ini, sebagian murid di SDN Adan-adan II, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri tidak dapat belajar dengan tenang, khusunya bagi siswa kelas 1 dan 2. Mereka terpaksa belajar dengan menempati sebuah gudang yang ‘disulap’ menjadi ruang kelas.
Pasalnya, bangunan salah satu kelas di SDN tersebut atapnya roboh sejak dua bulan lalu. Sedang dua kelas lain, kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Para guru memutuskan tidak memakai ruangan tersebut demi keselamatan para siswa.
Ada tiga ruang kelas yang kondisinya sangat memprihatinkan. Yakni ruang kelas 2, 3, dan 4. Ruang kelas 4 kondisinya sudah parah. Atapnya roboh. Sedang ruang kelas 2 dan 3, meski belum roboh, namun lumayan parah. Plafonnya sudah mulai jebol, dan dindingnya juga retak.
Penjaga sekolah, Birin, 47, mengatakan, robohnya bangunan sekolah terjadi sekitar dua bulan lalu. Saat kejadian, ruang kelas tersebut masih digunakan untuk kegiatan belajar. Untungnya tidak sampai membawa korban. Robohnya bangunan kelas sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.
Sampai berita ini ditulis, pihak sekolah masih belum dapat dikonfirmasi. Saat wartawan datang ke lokasi, kepala sekolah, Ny Suryani, tidak berada di tempat. Beberapa guru yang ada enggan memberikan keterangan.
Kabag Humas Pemkab Kediri, Eko Setiono mengatakan, laporan secara resmi dari Dinas Pendidikan belum ada. Tetapi kemarin pemkab sudah mengecek ke lokasi. Rencananya sekolah itu akan segera diperbaiki. Dana perbaikan diambilkan dari anggaran pascabencana. nst34
Editor : jps