Sumenep - Surya- Diduga menjadi korban pembunuhan, kuburan Kahir, 50, warga Dusun Toraja, Desa Romben Barat, Kec Dungkek, dibongkar lagi, Rabu (29/9).
Kuburan nelayan yang tewas saat mencari ikan di kawasan perairan pulau Sapeken, Kec Sapeken, Sumenep, bulan lalu itu, dibongkar Satuan Unit Identifikasi Polres Sumenep bekerja sama dengan RSD dr H Mon Anwar, Sumenep, Rabu (29/9).
Pembongkaran dilakukan karena pihak keluarga yakin Kahir adalah korban pembunuhan. Mereka melapor kepada Polres Sumenep dan meminta jenazah diotopsi. “Kepala bagian belakang ayah saya hancur dan lehernya patah,’’ ujar Imam, 21, anak Kahir, di lokasi pembongkaran kuburan kemarin.
Kecurigaan itu sebenarnya muncul saat Kahir akan dimakamkan pada 23 Agustus 2010. Pada kepala bagian belakang ada darah mengucur dan lehernya patah. “Kalau ayah tenggelam, tak mungkin seperti itu,’’ papar Imam.
Kahir mencari ikan bersama empat rekannya, yakni Madun, Cali (anak Madun), Tolak, ketiganya warga Desa Gerujugan, dan Abu Bakar, warga Desa Jadung, Kec Dungkek. Imam berharap mereka nanti bisa memberikan kesaksian mengenai kematian Kahir. Namun, Imam sendiri belum tahu siapa pelaku dan apa motif pembunuhan terhadap ayahnya.
Kapolres Sumenep AKBP Pri Hartono EL melalui Kasatreskrim AKP M Andi Lilik S mengatakan, untuk memastikan sebab-sebab kematian Kahir, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari RSD dr H Moh Anwar Sumenep. “Kalau nanti memang terbukti ada dugaan kuat bahwa dia dianiaya hingga tewas, kami akan usut tuntas kasus ini dan memburu pelakunya,’’ tegasnya. nriv
Editor : jps