Kepanjen - Surya- Sebagian dari 43.244 hektare sawah yang membutuhkan pengairan irigasi dikhawatirkan tidak bisa dipanen sesuai harapan. Ini disebabkan banyaknya pintu air yang hilang karena dicuri, sehingga pengairan sawah tidak bisa optimal.
Kekhawatiran ini diungkapkan Budi Iswoyo, Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang kepada wartawan, Senin (30/9). “Pada Juli lalu bahkan sudah ada tiga laporan kehilangan pintu air di Kecamatan Tajinan,” ungkap Budi Iswoyo, Kadis Pengairan Kabupten Malang, Senin (30/8).
Data di Bagian Pemeliharaan Dinas Pengairan Kabupaten Malang menyebutkan, 70 persen dari 847 pintu air hilang. Akibatnya, untuk mengendalikan air ke persawahan, banyak petani yang menggunakan tanah liat atau bahan lain seadanya. Bendungan sementara ini jelas tidak bisa optimal karena pada akhirnya akan jebol dan air mengalir secara tidak semestinya. Akibat lebih jauh, panen bisa gagal, meski tanaman padi sebenarnya sudah siap panen. “Padi yang sudah berumur, harusnya tidak perlu banyak air, tapi karena tidak ada pintu air, maka air masuk ke sawah ke padi siap panen,” ujarnya.
Budi yakin pencurian itu dilakukan secara berkelompok, karena pernah dipergoki pencuri membawa mobil pikap. Budi mengakui tidak bisa mengawasi seluruh pintu air. “Untuk mengamankan selalu pintu air, kita juga tidak mungkin bisa memantau semua karena jumlah tenaga kami terbatas,” ungkap Budi.
Pintu air diincar maling karena terbuat dari pelat baja hitam dan menggunakan besi ulir kuningan. Akhirnya, pintu air yang turut menentukan baik buruknya panen petani cuma dinilai sebagai besi tua. “Kalau dijual memang cukup mahal. Beratnya yang lumayan,” ungkap Budi.
Ia menjelaskan pintu air yang hilang itu sebagian besar merupakan pintu intraks dan pintu sadap pembagi primer dan sekunder. Umumnya, letak pintu-pintu tersebut terbanyak pada tengah sawah karena untuk membagi air pada sawah yang ada.
Buntutnya, bagian pemeliharaan di dinas ini mengusulkan mengusulkan anggaran Rp 12 miliar untuk membeli pengganti pintu air yang hilang. Diperkirakan harga pintu air yang hilang itu antara Rp 6 juta hingga Rp 15 juta. Sementara untuk tipe A2 harganya bisa mencapai Rp 20 juta. Sedang untuk tipe B yang lebih mahal, Rp 25 juta. n vie
Editor : jps