Sasarannya Rumah Kosong
Ponorogo - SURYA- para pencuri yang beraksi selama bulan Ramadan memanfaatkan kelengahan masyarakat pada saat salat tarawih. Sebab, saat itu sebagian besar masyarakat berangkat ke masjid, sementara rumah dibiarkan kosong.
Dua pencurian dengan kerugian belasan juta terjadi pada Mingu (29/8), saat masyarakat sedang melaksanakan salat tarawih.
Yang pertama menimpa Bandi, 45, seorang pedagang jual beli sepeda motor di RT 03/RW 01, Dusun Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Pencuri berhasil menggondol uang tunai Rp 14 juta dan dua ponsel. Uang itu merupakan hasil penjualan sepeda motor bekas. Bandi kaget ketika pulang, pintu belakang rumahnya telah menganga. Semakin kaget dia ketika melihat lemarinya acak-acakan dan uang di dalamnya raib.
Bandi yang juga anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat ini menjelaskan, malam itu dia bersama istri dan semua anaknya pergi ke masjid melaksanakan salat tarawih. “Saya baru sadar, kalau rumah habis di-obok-obok pencuri saat mengetahui pintu belakang terbuka. Kami menduga pelaku pencurian masuk melalui ventilasi pintu belakang rumah,” terangnya kepada Surya, Minggu (29/8) malam.
Istrinya, Sunarti, 30, mengaku sempat mengunci seluruh pintu rumahnya sebelum berangkat ke masjid. Namun diakuinya, pintu belakang rumahnya belum permanen karena baru dibangun. Penutup lubang ventilasi di atas pintu belakang rumahnya juga belum diberi engsel. “Kami yakin pelaku masuk lewat jendela ventilasi pintu belakang ini. Sebab, semua pintu kuncinya tak ada yang rusak,” katanya.
Peristiwa kedua menimpa Rahmad Hidayat, 40, warga Desa Kedungbendo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Rumahnya dibobol pencuri ketika ia dan semua keluarganya sedang salat tarawih di masjid yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.
Total kerugian mencapai Rp 29 juta. Itu terhitung dari uang tunai Rp 18 juta, perhiasan emas 12 gram dan tiga ponsel yang disimpan di dalam kamar tidurnya. Pencurian itu baru diketahui saat pulang dari masjid.
Dia melihat pintu belakang rumahnya sudah terbuka, padahal dia merasa saat berangkat semua pintu sudah dikunci rapat-rapat. Kemudian Rahmat masuk ke dalam kamar dan memeriksa semua harta benda miliknya. Ternyata benar, barang-barang berharga dan uangnya sudah raib.
Dia kemudian melapor kejadian ini ke Polres Bojonegoro. Polisi segera datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan serpihan pecahan kaca dari jendela di samping rumah, sementara pintu belakang dalam keadaan terbuka.
Menurut Kasubag Humas Polres Bojonegoro AKP MT Ariyadi, hasil olah TKP menunjukkan bahwa pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara memecah kaca jendela di samping rumah. Kemudian, mengacak-acak seluruh isi rumah dan berhasil membawa kabur harta benda korban. “Setelah semua yang berharga dibawa, pelaku kemudian kabur dari pintu belakang rumah,” ungkap Ariyadi.
Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar TKP. Namun tak ada yang mengetahui, kapan pencurian itu terjadi. “Menurut korban, saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena semua sedang ke masjid untuk tarawih. Jadi, kami masih butuh keterangan lebih banyak untuk mengungkap perkara ini,” sambungnya.nwan/st31
Editor : jps