Home » Surabaya Metro

Rp 6,3 Miliar, Anak Kebutuhan Khusus

SURABAYA - Surya- Pemkot Surabaya melalui Dindik Kota Surabaya tahun ini akan memenuhi semua keperluan anak berkebutuhkan khusus. Setiap anak seluruh kebutuhan sekolahnya, mulai dari seragam, kaus olahraga, sepatu, tas, sampai kaus kaki. Total anggaran untuk mereka sebesar Rp 6,3 miliar.

Dana sebanyak itu juga digunakan untuk training of trainer (TOT) atau pelatihan guru inklusi. Selain itu juga digunakan bagi penyediaan tenaga psikiater atau terapis, pelaksanaan psikotes, alat peraga edukatif, dan keyboard serta alat musik.

Dana itu masuk ke pos anggaran penyediaan fasilitas penunjang sekolah berkebutuhan khusus atau inklusi. Jumlah total anak berkebutuhan khusus di Surabaya sebanyak 955 anak berusia 7-18 tahun. Rinciannya, cacat tubuh sebanyak 371 anak, cacat mental 385, bisu tuli 152, dan cacat buta 47 anak.

“Mereka juga berhak atas pendidikan yang layak. Tugas pemerintah memenuhi hak-hak pendidikan mereka,” ungkap Kadindik Sahudi, Minggu (29/8).

Selain para penyandang cacat yang harus dipenuhi kebutuhan sekolahnya, pemerintah juga harus memenuhi siswa berkebutuhan khusus lainnya. Saat ini tengah dikembangkan pelayanan sekolah inklusi. Idealnya, setiap satu kecamatan harus terdapat satu sekolah dasar negeri penyelenggaran inklusi.

Di Surabaya ada 490 siswa inklusi tersebar di 15 sekolah dasar negeri. Di sekolah-sekolah ini, mereka hanya ditangani guru khusus 85 guru. Sementara sebanyak 158 siswa menempuh pendidikan di SD swasta dengan jumlah guru sebanyak 31 orang.

Untuk itu, kata Sahudi, harus ada TOT bagi guru reguler. Pemerintah harus menyediakan tenaga psikolog di setiap sekolah inklusi. “Standarnya, satu guru untuk 8 siswa,” jelas Sahudi.

Data di Bappeko Surabaya menyebutkan, jumlah sekolah inklusi negeri 43 lembaga. Sekolah swasta lima. Total siswa siswa 955 dengan jumlah guru sebanyak 143 orang. Sekolah-sekolah ini tersebar di Kec Sukolilo, Wonocolo, Tenggilis, Rungkut, Gunung Anyar, Dukuh Pakis, Kenjeran, Semampir, Krembangan, Gayungan, Sukomanunggal, dan Wiyung. nfai

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "