Home » Berita Terkini

Pendaki AS yang Hilang di Semeru Dikabarkan Selamat

Lumajang - SURYA- Matthew Alexander, 24 tahun, warga negara Amerka Serikat dikabarkan selamat setelah sempat hilang sejak Sabtu (28/8) malam dalam pendakian di Gunung Semeru, Jawa Timur.

Kabar ditemukannya Matthew dalam kondisi selamat ini diketahui oleh Posko SAR Kabupaten Lumajang di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lumajang. Pantauan Tempo di Posko SAR Kabupaten Lumajang, Senin (30/8) pagi ini, dua petugas piket terus melakukan pemantauan situasi dan kondisi pencarian melalui pesawat repeater terhadap musisi asal New York itu.

Ditanya terkait dengan kondisi terakhir pencarian, seorang petugas piket Kustari mengatakan kalau korban sudah ketemu dan dalam keadaan yang sehat. Hanya Kustari belum bersedia menjelaskan secara detil kronologis ditemukannya Matthew.

Kustari mengatakan, petugas yang memantau melalui pesawat pada Minggu (29/8) malam adalah Khomsun. Kepada Tempo, Khomsun juga mengatakan, kalau Matthew sudah ketemu. “Posisi ditemukan dimana dan jam berapa ditemukannya, saya belum copy,” kata Khomsun.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Angoro Dwi Sugiharto dihubungi pagi ini mengatakan belum bisa memastikan secara langsung kabar ditemukannya Matthew. “Semoga kabar itu benar,” kata Anggoro.

Dia mengatakan, dirinya saat ini dalam perjalanan menuju Pos Ranupani untuk memantau situasi terakhir. “Saya belum mendengar secara langsung,” kata Anggoro.

Matthew dikabarkan hilang pada Sabtu (28/8) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Dia mulai melakukan pendakian dari Pos Ranupane pada Jumat (27/8) pagi sekitar pukul 07.00 WIB bersama dengan dua turis Perancis dan porter.

Sesampainya di Pos Kalimati, Matthew memaksakan untuk melakukan pendakian ke Puncak Mahameru sedangkan dua orang turis Perancis dan porter memilih untuk berdiam di Pos Kalimati. Ditunggu-tunggu hingga Sabtu malam, Matthew tidak kunjung muncul sehingga porter melaporkan hal ini ke Kepala Desa Thomas, Pos Ranupani, SAR Kabupaten Lumajng dan Polres Lumajang.

Pencaraian secara internal sudah dilakukan sejak Sabtu hingga Minggu kemarin. Kendati demikian Operasiu SAR Terbuka belum dilakukan karena masih belum 2×24 jam. Anggoro mengatakan, Operasi SAR dilakukan ketika keberadaan korban 2×24 jam belum terdeteksi.
DAVID PRIYASIDHARTA/TEMPO Interaktif

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "