Malang - Surya- Setelah pekan lalu menggelar razia di pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, mulai Senin (30/8), tim gabungan Pemkot Malang akan sidak ke distributor-distributor sembako. Ini dilakukan untuk mengetahui stok dan harga sembako jelang Lebaran.
”Insya Allah kalau stok sembako aman. Namun, untuk mengetahui fluktuasi harga di lapangan kami akan turun ke distributor mulai Senin (30/8) sampai Kamis (2/9),” kata Siti Mahmudah, Kepala Bidang Pengendalian Disperindag Kota Malang kepada Surya, Minggu (29/8).
Mahmudah juga mengingatkan kepada masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli. Sebab, dari hasil sidak pekan lalu masih ditemukan makanan kedaluwarsa dan tak layak konsumsi di pasar tradisional maupun pasar modern. Dari beberapa tempat yang disidak ditemukan camilan kadaluarsa dan minuman dalam kemasan yang rusak serta susu kemasan yang rusak maupun hati sapi yang tidak layak konsumsi.
Di Pasar Oro-oro Dowo, tim gabungan pengawasan peredaran barang dan jasa Pemkot Malang juga menemukan pedagang yang menjual daging babi bersama barang-barang lain tanpa ada papan pengumumannya, Kamis (26/8).
”Dia memang spesialis jual daging babi, hanya saja tak ada papan pengumumannya. Dia sudah disarankan bikin papan pengumuman untuk menghormati umat muslim,” kata Siti Mahmudah.
Dari beberapa tempat lain yang juga dilakukan sidak seperti Hypermart Matos, Istana Buah, Pasar Klojen, dan Pasar Bunul, tak ditemukan makanan kedaluwarsa ataupun yang tak layak konsumsi. Menurut Siti Mahmudah, makanan-makanan yang tidak layak konsumsi oleh timnya direkomendasi agar ditarik dari pasaran.
”Pedagang yang diketahui menjual barang kadaluarsa atau tak layak konsumsi sudah kami minta teken di berita acara pemeriksaan,” papar Siti Mahmudah. Terkait daging oplosan yaitu daging sapi yang dioplos babi rusa, menurut Mahmudah, tim gabungan belum menemukan.
Sementara itu, ada juga pedagang beras yang mencari peluang bisnis saat Ramadan, yaitu menyediakan beras untuk keperluan zakat. Salah satu kewajiban umat muslim saat Ramadan adalah berzakat yang antara lain disetarakan dengan 2,5 kilogram makanan pokok, misalnya beras.
Hal ini dijadikan peluang Mesanang, pemilik toko beras di pojok perempatan Kasin Kota Malang yang menyediakan paket beras zakat dalam kemasan 2,5 kilogram. “Beratnya tidak pas 2, 5 kilo, tapi sudah saya lebihkan sedikit karena ini buat zakat,” terangnya, Minggu (29/8).
Dia mengaku tahun lalu sedikitnya dapat menjual 3.000 paket beras yang dikemas praktis ini. “Biasanya peminat mulai meningkat sekitar satu minggu sebelum Lebaran,” tandasnya.n ekn/paw
Editor : jps