SURABAYA - SURYA - Akhir 2011, Kota Surabaya bakal memiliki kondominium hotel (kondotel) pertama. Hotel yang berlokasi di kawasan Jajar Tunggal, Wiyung ini, bisa dimiliki masyarakat umum dan saat ini dalam proses pembangunan.
Dirut PT Surya Inti Permata (SIIP) Henry J Gunawan mengatakan, hotel yang akan memakai nama The Rich Prada itu memiliki 1.000 unit kamar, dengan bangunan berlantai lima. Luas lahan yang digunakan 3 hektare, sedang luas bangunan 80.000 meter persegi.
“Kita baru memperkenalkan proyek ini ke publik sekitar dua bulan lagi sekaligus menjaring investor. Meski demikian pembangunan sudah dimulai, ditargetkan akhir 2011 beroperasi,” kata Henry, usai public expose SIIP di Surabaya, Jumat (30/7).
Untuk merealisasikan proyek itu, pihaknya rela mengucurkan investasi hingga Rp 500 miliar. Dia optimistis kondotel ini akan mendapat banyak animo investor. Keyakinan itu didasarkan potensi bisnis hotel di Surabaya, selain harga yang relatif terjangkau.
Guna mengoptimalkan pengerjaan kondotelnya, Henry rela menangguhkan sejumlah proyek di Surabaya. “Proyek di lokasi Pradahkali Kendal, Surabaya Barat dan pengembangan proyek Segoro Tambak di Surabaya Timur, untuk sementara ditangguhkan,” jelasnya.
Henry mengakui, Surabaya memiliki banyak hotel, namun pasarnya masih sangat terbuka. Saat ini rata-rata okupansi perhotelan di kisaran 70-80 persen.
Sedang potensi investasi di sektor kondotel, ucapnya, sangat terbuka karena baru pertama di Surabaya, selain memanfaatkan momen positifnya sektor properti.
“Yang jelas investasi sektor perhotelan cukup menarik, karena properti yang dibeli investor tidak pasif namun produktif. Ada benefit yang bisa didapat dengan kerja sama itu,” ulas Henry.
Selama ini, Bali masih menjadi lokasi yang banyak dipilih kalangan pengembang membuka proyek kondotel. Maklum, provinsi itu masih menyedot banyak wisatawan sehingga potensinya sangat bagus.
Sebagai perbandingan, rata-rata harga kamar kondotel di Bali dijual di atas Rp 1 miliar. Tetapi untuk Surabaya, harga bakal lebih terjangkau.
“Namun seiring membaiknya potensi perhotelan di Surabaya, khususnya sektor MICE, kita berani membuka di sini. Apalagi hotel di kawasan Surabaya Barat juga belum ada, padahal perkembangan kota ini mengarah ke sana,” tandas Henry.ndio
Editor : jps