Gresik - Surya- Dinas Perhubungan Gresik meluncurkan website pelayanan jasa kepelabuhan, dengan tujuan memudahkan para agen pelayaran, ekspedisi muatan kapal laut dan perusahaan bongkar muat (PBM) dalam menggunakan jasa kepelabuhan yang meliputi jasa tambat, labuh, dermaga dan sewa perairan di tujuh dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) bisa dikenal pelabuhan khusus (pelsus).
Kepala Dinas Perhubungan Agus Muljono mengatakan, sistem online ini adalah yang pertamakali digunakan dijajaran dinas perhubungan se-Indonesia. Sebelumnya, Dishub Gresik selalu menjadi acuan untuk pengoperasian pelsus. “Sekarang dengan sistem online, mudah-mudahan Gresik kembali menjadi jujugan studi banding pejabat dishub se Indonesia,” ujar Agus Muljono.
Diakui Agus, sistem yang ada selama ini selain berbelit juga butuh waktu lama dan kurang transparansi. Pengguna jasa pelabuhan harus bolak balik ke kantor dishub untuk mengisi manives penggunaan jasa kepelabuhan. Selain itu, sistem keuangan juga kurang transparansi. “Dengan sistem online ini, transparasi keuangan dan pelayanan semakin cepat,” kata Agus Muljono.
Dikatakan Agus, sistem online tersebut dirancang enam mahasiswa semester VII Fakultas Teknik Informatika ITS, dipimpin Notario Airlangga Putra. Mereka ini, semula melakukan praktek lapangan di Dishub Gresik. Menurut Rio, panggilan akrab Notario, selama ini laporan penggunaan jasa kepelabuhan seringkali tidak sinkron antara pengguna jasa kepelabuhan dengan pemilik pelsus. n san
Editor : jps