Antisipasi Arus Mudik Lebaran
SIDOARJO - SURYA- Kemacetan yang bakal terjadi di Jalan Raya Porong mendekati arus mudik Lebaran mulai diantisipasi. Dalam waktu dekat jalur alternatif sisi timur Raya Porong akan diperbaiki. Bahkan, jalur yang dulunya jalan penghubung antar desa itu akan dilebarkan.
Rencana memperbaiki jalur alternatif itu sudah diawali Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sidoarjo dengan mengirimkan surat ke Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) melalui Bupati Sidoarjo. “Isi surat tentang pengajuan perbaikan, dan BPLS sudah setuju,” jelas Sigit Setiawan, Kepala PU Bina Marga, Jum’at (30/7).
Hasil survei PU Bina Marga, jalur alternatif sisi timur Jalan Raya Porong yang melewati Tanggulangin-Kali Tengah-Gempolsari-Sentul-Glagah Arum-Besuki, rusak parah. Sehingga jika sampai arus mudik Lebaran tiba dan jalan ini belum diperbaiki, akan menambah kemacetan Jalan Raya Porong.
“Apalagi peninggian Jalan Raya Porong juga belum kelar,” tandas Sigit.
Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu menambahkan, jalur alternatif yang akan diperbaiki sepanjang 14 kilometer dari 21 kilometer yang diajukan ke BPLS. Namun, kondisi jalan yang mendesak untuk diperbaiki sepanjang 21 kilometer.
Pengajuan perbaikan jalur alternatif Porong disampaikan ke BPLS karena hingga kini pengajuan yang sama, kepada Pemprov Jatim belum ada kejelasan, disetujui apa tidak. Padahal, kondisi jalur alternatif semakin hari semakin rusak.
Menurut Sigit, untuk perbaikan serta pelebaran akan dilakukan oleh BPLS. Sehingga berapa dana yang dibutuhkan kewenangan BPLS.
“Kita hanya mengajukan dan memberi data jalan yang rusak,” paparnya.
Selain rusak, jalur yang menghubungkan Sidoarjo-Pasuruan lewat jalur desa itu jalannya juga sempit dengan lebar sekitar 3 meter. Dalam perbaikan kali ini juga akan dilebarkan antara 4 meter sampai 5 meter, hal ini untuk memudahkan pengendara yang berpapasan saat lewat. Sigit berharap, selama arus mudik dan balik Lebaran, nantinya jalur alternatif sudah bisa digunakan.
Staf Humas BPLS Akhmad Kusairi, mengatakan BPLS selama ini juga menangani dampak lumpur. Seperti pembuatan drainase sekitar tanggul. Sedangkan perbaikan jalan, selain di jalur alternatif BPLS juga akan memperbaiki jalan di kawasan Jabon yang merupakan akses menuju Pulau Lumpur.
“BPLS juga ikut bertanggungjawab atas penanganan dampak lumpur, seperti perbaikan jalan,” tandasnya.nain
Editor : jps