SURABAYA - SURYA- Dukungan terhadap usulan perombakan Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPRD Jatim, semakin menguat. Kali ini datang dari Wakil Ketua F-PD, Haryono Abdul Bari. Namun, Haryono menegaskan, sepanjang perombakan itu kehendak partai tidak dipermasalahkan.
Menurut politisi asal Madura ini, sebelum melakukan prombakan, partai harus mengevaluasi lebih dulu, kekurangan dan kelebihan kinerja F-PD selama ini. Sepanjang itu untuk pengembangan ke arah yang lebih baik, kata Wakil Ketua Komisi C DPRD ini, harus didukung. “Kalau lewat dari itu (pemilihan personil berdasarkan suka atau tidak suka) akan membahayakan partai,” papar Haryono kepada Surya, Jumat (30/7).
Karena itu, perlu cara obyektif untuk menentukan personil F-PD ke depan. Agar tak ada kubu-kubuan, tapi personil yang dipilih benar-benar memiliki integritas, kapabilitas, kapasitas yang mumpuni. “Saya setuju kalau prombakan nanti berdasarkan menjunjung tinggi moralitas,” lanjutnya.
Tetapi, Haryono membantah pernyataan beberapa pengurus DPD PD yang menyinggung kegagalan kinerja F-PD memperjuangkan visi dan misi partai. Kinerja F-PD, katanya hingga saat ini normal saja. “Apa yang menjadi kebijakan partai dijalankan. Fraksi itu tidak salah yang parah ini DPD. Fraksi dianggap gagal, gagal apanya. lha wong partai saja tidak mengurusi fraksi kok,” ujarnya.
Perombakan F-PD itu sebaiknay didahului dengan restrukturisasi DPD melalui musyawarah daerah. Kesepakatan di Musda nanti kemudian memunculkan kebijakan partai, lalu fraksi mengaplikasikan dalam tugas dewan.
Kegagalan kinerja F-PD sebelumnya diungkapkan oleh anggota Dewan Pakar DPD Nurul Fikri. Menurut Fikri kala itu, F-PD gagal berperan penting di DPRD sebagai kepanjangan tangan partai.niks
Editor : jps