Surabaya - Surya- DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) menganggap komposisi kepengurusan DPD AMPI Jatim belum mencerminkan kebersamaan. Makanya, hingga kini DPP belum menandatangani SK kepengurusan AMPI Jatim periode 2010-2015.
Menurut informasi, Wakil Ketua DPP AMPI yang juga koodinator provinsi (korprov) Evi Ayunita sempat melempar usulan kepengurusan AMPI Jatim di forum rakernas. Alasannya, Pranaya Yudha selaku ketua terpilih dan ketua formatur dianggap terlalu arogan, tak mau mengakomodir semua kubu.
Bahkan, nama kader yang pernah diusulkan Evi selaku anggota formatur perwakilan DPP, tidak diakomodir. Sebaliknya, Yudha hanya memasang orang-orangnya di kepengurusan.
“Saya sudah minta kepada ketua dan semua pengurus DPP untuk tidak menandatangani SK kepengurusan AMPI Jatim. Masalah AMPI Jatim harus diputuskan melalui rapat pleno,” kata Evi Ayunita, Jumat (30/7).
Yudha terpilih aklamasi menjadi Ketua AMPI Jatim dalam musyawarah daerah (Musda) yang berakhir, Minggu (27/6), bulan lalu. Ia menggantikan Setiadjit yang juga Ketua Bakorwil Bojonegoro Pemprov Jatim.
Dalam sidang pemilihan, Yudha menyapu bersih dukungan 29 DPD II Kab/Kota. Sebanyak 9 DPD lainnya tidak hadir. Pesaingnya, Martanti yang sebelumnya bendahara AMPI Jatim menyerah.
Yudha ketika dikonfirmasi membantah, DPP telah mengganjal kepengurusan AMPI Jatim. Bahkan, menurutnya, dia telah menerima salinan SK DPP tersebut tapi tanpa menjelaskan nomer suratnya.
“Sudah ditandatangani ketua umum dan sekjen. Mungkin DPP belum sempat saja mengirimkan surat aslinya,” ujarnya. ndos
Editor : jps