Jakarta - SURYA- Demi mencari keadilan, Indra Azwan berjalan kaki dari Malang ke Istana Negara, Jakarta, selama 21 hari. Ia tiba di Jakarta, Jumat (30/7).
Indra meminta kematian anaknya diusut. Tahun 1993, anaknya Rifki Andika,12, ditabrak mati seseorang yang diduga oknum polisi. Namun hingga kini tidak satu pun pelaku yang dihukum. Meski kakinya melepuh, Indra mengaku tidak pernah merasakan sakit. “Ini jalan terakhir saya. Saya sudah mentok minta keadilan ke mana-mana, ” tutur Indra di Kantor LBH Jakarta.
Hingga berita ini diturunkan, Indra tengah kembali melangkah menuju istana, dan berharap bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keinginannya cuma satu, pelaku penabrakan anaknya ditindak.ntribunnews
Editor : jps