Keliling Kota, Disambut bak Pahlawan
Pamekasan - Surya- Bak pahlawan baru pulang dari medan perang, Muhammad Shohibul Maromi, 18, siswa SMA Negeri 1 Pamekasan, peraih medali emas Olimpiade Fisika, dalam ajang International Physic Olympiad (IPhO) ke-41 yang diselenggarakan di Zagreb, Kroasia, diarak keliling kota, Kamis (29/7).
Sebelum diarak, Romi panggilan akrab anak bungsu dari empat bersaudara, pulang dari Kroasia dijemput di Bandara Juanda Surabaya, pukul 09.00 WIB oleh Wakil Bupati Pamekasan Drs Kadarisman Sastro Diwirdjo, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Achmad Hidayat dan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Pamekasan Fajar Santosa SH.
Begitu tiba di Pamekasan, pukul 11.30 WIB, Romi disambut Bupati Pamekasan KH Drs Khalilurrahman dan muspida di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, sekitar 8 km ke arah selatan Kota Pamekasan.
Kemudian Romi berdiri di atas mobil bersama bupati diarak menuju Pendapa Ronggosukowati. Di sepanjang perjalanan disambut ribuan siswa dari SD hingga SMA dengan penuh suka cita. Mereka melambaikan tangan dan mengibarkan bendera merah putih dari kertas.
Ketika Romi melintas di depan sekolahnya, SDN Baranta Pesisir I, Kecamatan Tlanakan, suasana terlihat haru. Mobilnya berhenti sejenak. Kepala sekolah, guru dan ratusan siswa di sekolah itu menyalami Romi sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat datang anak pantai, peraih medali emas dunia”.
Tanpa mempedulikan terik matahari yang menyengat, di sepanjang perjalanan, Romi melambaikan tangan kepada ratusan siswa. “Terima kasih dukungannya,” kata Romi, sesekali mengusap keringat di wajahnya.
Bupati Pamekasan mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Romi, karena berhasil mempersembahkan prestasi kepada bangsa dan negara dengan meraih medali emas di Kroasia.
“Sejarah Pamekasan akan mencatat dengan tinta emas, atas kedatangan putra terbaik yang telah mempersembahkan medali emas. Ini sangat membanggakan, bukan hanya Pamekasan, Madura, tapi bangsa Indonesia. Selamat datang pahlawan bangsa,” kata Khalilurrahman, disambut tepuk tangan.
Keberhasilan Romi menyusul kesuksesan kakak kelasnya, Andy Oktvian Latif, empat tahun lalu juga memenangkan Olimpiade Fisika tingkat dunia.
Bupati pun akan kirim surat ke Mendiknas dan Presiden, memohon perhatian pemerintah pusat, memberikan penghargaan kepada Romi, berupa beasiswa S1, S2 dan S3.
Sementara di hadapan guru dan adik kelas dan muspida, Romi mengaku sebagai anak desa tinggal di pesisir pantai, suka bermain dan sering mandi laut bersama teman di kampungnya, tidak menyangka bisa sukses seperti sekarang, memenangkan lomba fisika tingkat internasional.
Dikatakan, apa yang diraihnya, membutuhkan kemauan keras, tekad yang kuat dan memohon kepada Allah. Bukan hanya sekadar keinginan yang terucap di bibir, tapi juga dibarengi dengan usaha keras dan sungguh-sungguh.
“Apakah adik-adik di sini ada yang ingin mendapatkan emas seperti saya. Saya percaya adik-adik memiliki cita-cita. Tapi apakah cita-cita adik-adik sudah dibarengi dengan belajar yang tekun, usaha keras dan pantang menyerah,” papar Romi.
Kepada Surya, Romi mengaku sebelum mengikuti ajang lomba fisika tingkat dunia, selama ini belajar keras tidak kenal waktu antara delapan sampai sembilan jam tiap hari. Apalagi dalam ajang dunia, pesaing terberat dari China, sehingga Romi belajar keras.
Ditanya cita-citanya, Romi mengaku ingin membuat yayasan lembaga riset. Sebab Indonesia banyak memiliki ahli riset, hanya saja mereka melakukan riset di luar negeri, karena Indonesia belum memiliki lembaga riset kelas dunia. nsin
Editor : jps