Home » Malang Raya

Calon Layak tapi Bisa Ditolak

Klojen - Surya- Meski tiga calon Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Malang telah mengikuti fit and proper test, Kamis (29/7), belum tentu dewan menghendaki. Sebab, hasil ujian itu masih harus dibahas pimpinan dewan.

Malah, informasi yang diperoleh Surya, sejumlah anggota dewan tak cocok dengan nama usulan wali kota. Mereka akan menolak dan minta wali kota mengirim tiga calon baru sesuai kualifikasi jabatan, kepribadian, wawasan, dan kerja sama tim.

Selain alasan kepangkatan dan jabatan yang belum memenuhi syarat, informasi lain menyebutkan, dewan punya jago sendiri yaitu orang dalam setwan yang dianggap lebih bisa bekerja sama dan melayani anggota dewan secara lebih baik.

Diberitakan sebelumnya, wali kota telah tiga nama calon sekwan ke dewan, yaitu Drs H Bambang Hadiono SH MPd (Kabid Pengendalian dan Ketertiban Dishub Kota Malang), Ida Ayu Made Wahyuni SH MSi (Kabid Pendidikan dan Pelatihan BKD), dan Drs Hernawan Budi Santoso (Kabag Umum Sekretariat DPRD).

Ujian di ruang Wakil Ketua DPRD, H Abdurrahman menggunakan penguji Prof Dr Taher Al Habsy dan Prof Dr Bambang Supriono dari FIA UB. “Ya, pertanyaan penguji seputar tugas, pokok, dan fungsi serta peran sekwan,” kata Ida usai ujian.

Prof Bambang menilai, secara umum semua calon memenuhi kualifikasi pengalaman dan jabatan. Namun, tim penguji diminta merekomendasi satu yang terbaik. ”Hari itu juga hasil fit and proper test kami laporkan ke pimpinan dewan,” kata Bambang.

Ketua DPRD Kota Malang, Ir Arief Darmawan, maupun Wakil Ketua DPRD dari FPDIP, Drs Ec RB Priyatmoko Utomo, membenarkan ini. Menurut mereka, hasil fit and proper test masih akan mereka bahas, sehingga belum dapat ditentukan siapa yang layak menjabat sekwan. Terkait rumor ketiga calon itu akan ditolak, Arief emoh berkomentar. ”Ya, pokoknya kami bahas dulu,” jelas Arief.

Namun, Priyatmoko mengungkapkan , jika ketiga calon itu tak layak, dewan akan meminta tiga calon baru ke wali kota. Ketiga calon itu boleh dikatakan dipromosikan sebab mereka berasal dari eselon III B dan IIIA.

”Sedang jabatan sekwan masuk eselon IIB, sehingga terjadi loncatan,” ungkap Priyatmoko. Moko berharap pejabat sekwan nanti merupakan orang yang luwes sebab sekwan merupakan SKPD lain dari yang lain.nekn

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "