Jakarta - Surya- Pistol milik Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mochammad Jasin, hilang pekan lalu. Jasin membenarkan kejadian itu dan mengaku sudah melaporkannya baik kepada internal KPK maupun pihak kepolisian. “Sudah dilaporkan,” kata Jasin setelah mengikuti seminar tentang korupsi di Jakarta, Kamis (29/7).
Jasin juga memaparkan, kehilangan senjata tersebut adalah karena kelalaian dirinya dan ajudannya saat melakukan kunjungan kerja ke daerah, pekan lalu. Namun, ia mengemukakan bahwa dirinya sudah mendapat ganti dari senjata pistol yang hilang tersebut. “Itu kelalaian antara ajudan dan saya,” ujarnya tanpa mau merinci kronologis kejadian. Jasin menegaskan, karena bukan kasus kriminal maka tidak ada proses hukum lanjutan.
Informasi yang terkumpul, pistol itu hilang pekan lalu, saat Jasin asyik makan siang di sebuah restoran di Surabaya bersama istrinya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK lainnya, Haryono Umar, mengemukakan, pimpinan KPK memang diperbolehkan dan berwenang memiliki antara lain senjata api dan baju anti peluru selama mereka menjabat. Pistol tersebut merupakan salah satu fasilitas keamanan bagi para pimpinan KPK terkait tugas mereka yang memang sangat rawan menjadi korban serangan fisik. Fasilitas pengamanan ekstra itu diberikan begitu pimpinan KPK dilantik.
Haryono menegaskan, salah satu alasan mengapa pimpinan KPK diperbolehkan memiliki senjata adalah untuk keamanan atau perlindungan diri. “Pistol itu diberikan atas persetujuan Mabes Polri. Izinnya diperpanjang setiap tahun,” kata Haryono kepada wartawan di Gedung KPK.
Haryono mengungkapkan, seluruh pimpinan memakai pistol jenis yang sama yakni Walther. Dijelaskannya, pistol itu dibeli dengan anggaran KPK. Pistol itu diberikan kepada pimpinan, deputi, dan penyidik. Pada 2007, KPK menganggarkan pembelian 100 pucuk pistol. Pengadaan senjata itu menghabiskan dana Rp 1,6 miliar.
Namun, Haryono mengaku tidak terbiasa dengan senjata dan telah menitipkan pistol miliknya ke Sekretariat KPK. “Saya tak terbiasa pegang pistol, lebih terbiasa pegang handphone,” kata dia berkelakar.
Haryono menjelaskan, pistol itu dia terima sejak akhir 2007, saat dia dilantik sebagai pimpinan komisi antikorupsi. Tapi, lantaran merasa risih, dia segera menyerahkannya ke Sekretariat Jenderal. Haryono tak cemas soal pengamanan dirinya. Seorang ajudan bersenjata api mendampingi ke mana pun dia pergi.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo membenarkan laporan kehilangan pistol milik pimpinan KPK M Jasin. Hanya saja kapan dan dimana Anom mengaku tidak mengingatnya. “Laporannya ditangani Polsekta Tegalsari,” katanya singkat, Kamis (29/7). nant/iit
Editor : jps