Bank Gencar Kucuri Kredit Mahasiswa

Bunga Lunak, Yield Menjanjikan
SURABAYA - SURYA-
Sektor pendidikan masih potensial untuk digarap. Itu sebabnya perbankan kini ramai-ramai melirik perguruan tinggi (PT) dalam mengekspansi kreditnya, seperti dilakukan Bank CIMB Niaga dan Bank Mandiri.

Head of Sales & Distribution Jatim dan Indonesia Timur Bank Commerce International Merchant Bankers (CIMB) Niaga M Pujiono Santoso mengatakan, pihaknya sedang melakukan ekspansi kredit uang perkuliahan pascasarjana S2 dan S3 dengan beberapa perguruan tinggi.

“Sejauh ini kerja sama yang sudah jalan dengan Universitas Airlangga (Unair). Itupun pengajuannya tidak per mahasiswa datang ke CIMB Niaga, melainkan rekomendasi Unair karena sifatnya kredit tanpa agunan (KTA),” kata Pujiono, Sabtu (24/7).

Mahasiswa yang direkomendasi kriterianya, mahasiswa kurang mampu tapi berprestasi dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas rata-rata.

“Mereka adalah mahasiswa yang memiliki potensi secara akademik, tidak harus mereka yang calon dosen di perguruan tinggi tersebut,” lanjutnya.

Besar kucuran kredit 60 persen dari total biaya kuliah selama 2-3 tahun. Sasaran mahasiswa pascasarjana karena biaya pendidikan di jenjang ini mahal.

“Misal, jurusan magister manajemen saja bisa sampai Rp 60 juta selama 2-3 tahun, kita back up maksimal Rp 36 jutanya (60 persennya),” jelas Pujiono.

Bunga pinjaman ditetapkan 1,6–1,8 persen per bulan tergantung tenor yang diajukan. Namun kredit ini sifatnya bukan mass credit, jadi tidak dipublikasi.

“Sifatnya hanya dengan perguruan tinggi tertentu. Permintaan sejauh ini cukup bagus tapi tentu sangat selektif,” lanjutnya. Setelah Unair, rencananya juga akan dijajagi kerja sama dengan Perbanas dan ITS.

Program kredit mahasiswa ini sedikit berbeda dengan program CIMB Niaga satu dekade silam. “Dulu kita pelopori kredit mahasiswa yang beragunan ijazah S1, tapi sayangnya tidak tepat sasaran,” ungkap Pujiono.

Menurut dia, kredit macetnya tinggi, banyak ijazah yang tidak ditebus dan uang kredit tidak dibayar. Harusnya uang itu untuk biaya kuliah malah dipakai aktivitas yang konsumtif.

Jika CIMB Niaga membiayai perkuliahan pascasarjana, lain halnya Bank Mandiri yang memilih membiayai peluang usaha para mahasiswa melalui kredit lunak yang diambilkan dari dana CSR-nya atau Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL).

Departement Head PKBL Bank Mandiri Nila Mayta Dwi Rihandjani mengatakan, mahasiswa yang terjaring dalam finalis Wirausaha Muda Mandiri (WMM) bisa memanfaatkan skim kredit PKBL dengan maksimal pinjaman Rp 25 juta.

“Khusus mahasiswa program WMM, kita ambilkan dana program kemitraan yang tahun ini besarnya Rp 107 miliar.

Menurut Nila, kredit ini sangat lunak karena bunga hanya enam persen per tahun. Kalau kredit komersial bunganya bisa 14,5 persen per tahun.

Sejak 2007 sampai saat ini, ada 19.195 peserta dari 165 perguruan tinggi yang mendaftar WMM secara nasional. Sekitar 3.250 peserta binaan aktif, yakni mahasiswa/alumnus yang aktif menjalankan roda bisnis.name

Dibaca: 458 kali

  • Editor : jps

Kirim Komentar