SURABAYA - Surya- Operasi mata ternyata bisa dilakukan di kabin pesawat, seperti diperagakan tim dokter mata AS yang tergabung dalam Flying Eye Hospital Program yang dimotori Alcon and ORBIS International.
Communications Manager FEH ORBIS International Perry M Athanason mengatakan, kegiatan berbagi ilmu dengan teknik terbaru operasi mata di negara-negara berkembang merupakan visi utama ORBIS. “Ini kali ketiga kami lakukan di Indonesia,” kata Athanason di dalam pesawat, Selasa (29/6).
Sebelumnya, ORBIS melakukannya pada 1982. Pelatihan teknik operasi mata itu kembali berlanjut 14-25 Juni 2010 di Jakarta. Kemudian kegiatan ini kembali digelar hingga di Surabaya (bekerja sama dengan RSU Dr Soetomo Surabaya), tepatnya di dalam pesawat DC 10 Lanudal Bandara Juanda Surabaya.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), Asia Tenggara merupakan daerah tertinggi angka kebutaannya. Sepertiga kebutaan di dunia berada di wilayah ini. Setiap menit ada 12 orang mengalami kebutaan di dunia, empat di antaranya berasal dari Asia Tenggara.
Pelatihan teknik operasi mata terbaru itu diikuti puluhan dokter spesialis mata dari RS Dr Soetomo dan rumah-rumah sakit lainnya. Ahli spesialis dan sub-spesialis mata asal Amerika mengajarkan teknik terbaru operasi mata mulai dari penyakit katarak, glaukoma, pediatrik, oculoplastics, hingga retina. Transfer ilmu ini dilakukan di atas pesawat DC 10.
Semua ruangan di dalam pesawat disulap menjadi rumah sakit. Ada tiga ruang utama, yakni aula untuk menampung pasien dan dokter dalam menjelaskan materi. Ruang ini di bagian depan pesawat. Kemudian ruang operasi dan ruang pra-operasi.
ORBIS dipastikan hanya menangani kasus kebutaan kategori menengah hingga kategori sulit. Perry menambahkan, selain di Indonesia, ORBIS juga membantu Vietnam dan Filipina. “Khusus di Surabaya, 75 pasien mata dioperasi secara cuma-cuma, » lanjutnya.
Sekjen Persatuan Dokter Mata (Perdami) Pusat Dr Sumartono menyatakan, tingkat kebutaan di Indonesia mencapai 1,5 persen dari total penduduk Indonesia. “Kami akan tingkatkan pelayanan kesehatan mata kepada masyarakat. Setahun dua kali kami gelar operasi mata gratis,” katanya. n fai
Editor : jps