Home » Jatim Raya

Mesin Pabrik Karet Meledak

Lima Orang Luka Bakar
Mojokerto - SURYA-
Mesin oven pabrik daur ulang limbah karet PT Pura Agung di jalan raya Mojosari kilometer 6,3, Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, meledak dan terbakar, Selasa (29/6). Lima pekerja luka bakar dan seorang di antaranya harus dirawat inap di RSUD.

Ledakan mesin oven ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, saat para buruh melakukan aktivitas daur ulang karet. Ledakan tersebut terjadi di bagian paling belakang, kemudian diikuti dengan kobaran api.

Namun, saat api masih berkobar, para wartawan yang hendak melakukan peliputan dilarang mendekat ke arah pusat kebakaran tersebut. Meski ledakan ini juga mengakibatkan tembok belakang pabrik jebol.

Tidak lama kemudian lima unit mobil pemadam kebakaran didatangkan untuk memadamkan api. Satu jam kemudian, api yang sudah mulai menjalar ke bangunan lainnya akhirnya dapat diisolasi dan dipadamkan. Sejumlah pekerja juga terlihat sibuk menyelamatkan barang-barang yang tersisa.

Ledakan dan kebakaran itu menyebabkan lima pekerja luka bakar. Para korban yang mengalami luka bakar, lalu dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari, dan seorang korban harus dirawat inap karena menderita luka bakar di hampir sekujur tubuhnya.

Pihak manajemen pabrik tak bisa memberikan komentar terkait kronologi dan berapa kerugian serta jumlah korban dari pekerjanya.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Kesehatan sekaligus Humas RSUD Prof DR Soekandar Mojosari, Taufiq Hidayat mengatakan, ketiga pekerjanya PT Pura Agung itu memang mengalami luka bakar yang cukup parah. ”Ada tiga orang. Lukanya cukup parah. Namun sudah kami beri penanganan medis yang cukup,” terang Taufiq.

Kasatreskim Polres Mojokerto AKP Samsul Makali, menuturkan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Namun, dia belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Hanya berdasarkan keterangan dan data sementara, kebakaran berasal dari mesin pemanas (oven).

Nestle Kebakaran

Kebakaran juga terjadi di pabrik PT Nestle Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Senin (28/6) malam. Namun dari luar tak tampak ada kobaran api, karena lokasi kebakaran berada di ruang bawah (basement).

Terjadinya kebakaran hanya diketahui dari keberadaan dua unit mobil PMK milik Pemkab dan Pemkot Pasuruan yang berjajar di depan sebuah bangunan seperti gudang di komplek PT Nestle tersebut.

Para wartawan yang berdatangan, langsung dicegat satpam dan dilarang masuk dalam komplek perusahaan modal asing (PMA) tersebut. Karenanya, para pencari berita hanya bisa memantau dari luar. Bahkan untuk mengambil gambar pun, wartawan hanya bisa melakukan dari luar pagar di seberang jalan Desa Tanggulangin.

Dari warga diperoleh informasi, kejadian tersebut diketahuinya sekitar pukul 20.00 WIB. Itupun mereka baru tahu setelah datang dua mobil PMK yang membunyikan sirine. “Tidak ada api. Saya lihat hanya kepulan asap dan saya baru mendekat saat mendengar suara sirine mobil PMK,” terang Rofik, warga sekitar perusahaan produsen susu itu.

Dari Kapolsek Kejayan AKP Salim diperoleh informasi kalau yang terbakar adalah mesin di lantai bagian bawah. Namun tidak mengeluarkan kobaran api dan hanya mengeluarkan kepulan asap. “Setengah jam sudah dapat dikuasai. Makanya tidak ada kerugian dalam kejadian tersebut,” tandas AKP Salim.nbet/kur

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "