Perbaikan Tuntas Agustus
SIDOARJO - SURYA- Pagar jalan tol di Desa Wunut, Porong, Sidoarjo dijebol warga untuk mengurai kemacetan di Jl Raya Porong, Selasa (29/6). Bahkan jalan tol yang baru tahap pembangunan, terpaksa dilalui kendaraan.
Pagar pembatas sebelah timur Tol Sidoarjo-Porong, terpaksa dijebol untuk jalur kendaraan yang terjebak kemacaten di Km 34. Kemacetan yang terjadi sangat parah hingga mobil nyaris tidak bisa bergerak. Di Jalan Raya Porong, terutama yang menuju Malang-Pasuruan kondisinya juga sama.
Sejak pagi memang sudah macet akibat adanya truk trailer yang mogok di Raya Porong. Ditambah, sejak dua pekan ini ada proyek peninggian jalan, dua jalur jalan dari selatan menuju utara atau sebaliknya, diuruk setinggi 1 meter. Pengurukan itu berdampak munculnya debu, meski pagi sudah disiram air.
Tanah yang dipadatkan dalam beberapa hari untuk memperkuat pengaspalan jalan juga menjadi biang kemacetan di Jl Raya Porong. Pengendara pun dibuat puyeng mencari jalan alternatif. Pengguna jalan yang sudah telanjur masuk tol harus menunggu beberapa jam karena kemacetan tidak terurai.
Di sisi lain, pengguna jalan tol yang keluar lewat pagar yang dijebol harus mengeluarkan uang recehan sebagai jasa pandu. Kendaraan kemudian melaju melintasi akses jalan baru relokasi Raya Porong. Truk yang melintas pun kebut-kebutan hingga debunya melayang. ”Setiap hari debunya tebal sekali. Selain mengganggu jarak pandang juga menyesakkan napas,” kata M Ghozi, pengendara yang ditemui di Jalan Gempolsari.
Debu mulai beterbangan sejak di perbatasan Raya Ketapang dan Siring. Kondisinya semakin parah saat di Raya Siring. ”Saya berharap pembangunannya bisa segera diselesaikan agar tak berdebu,” sambung Ghozi.
Humas Badan Penanganan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Ahmad Zulkarnaen menjelaskan, peninggian jalan ditangani oleh Balai Besar Perawatan Jalan Wilayah V Departemen Pekerjaan Umum. Targetnya proyek tuntas Agustus 2010. “Jalan ini dipersiapkan untuk arus mudik Lebaran supaya lancar,” tutur lelaki yang biasa disapa Bang Izul.
Menurutnya, Jl Raya Porong ditinggikan karena mengalami penurunan 90 cm selama 18 bulan atau 1,5 tahun. Asumsinya setiap bulan penurunannya 5 cm. “Kalau tak ditinggikan, jalan akan cekung,” tukasnya
Sungai Dangkal
Sementara itu, Sungai Porong terancam dangkal saat musim kemarau. Penyebabnya terjadi sedimentasi akibat pembuangan lumpur ke sungai tersebut. Untuk mengatasinya, BPLS memantau jumlah volume lumpur yang dibuang.
“Saat kemarau, volume air memang cenderung menurun di Sungai Porong,” ujar Bang Izul.
Anggota Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo HM Zainul Lutfi meminta BPLS memerhatikan berbagai sisi dalam mengalirkan lumpur ke sungai Porong. Selain volume lumpur di kolam penampungan (pond), juga keberadaan Sungai Porong. “Jika tak diantisipasi, maka banjir mengancam saat musim hujan nanti,” katanya.nmif/ain
Editor : jps