Banyuwangi - Surya- Kapolres Banyuwangi AKBP Slamet Hadi Supraptoyo tiba-tiba dia tidak suka berbicara kepada pers, bahkan memilih bungkam jika ditanya terkait dirinya dilaporkan Ketua Komisi IX DPR-RI, Ribka Tjiptaning, ke Mabes Polri dan Komnas HAM. Pelaporan tersebut sebagai buntut pembubaran acara sosialisasi kesehatan Komisi IX DPR RI oleh Front Pembela Islam (FPI) Banyuwangi.
Kapolres hanya menjawab pertanyaan wartawan dengan senyuman dan berbicara singkat. “Ini kan acaranya Pak Menteri, ajukan saja pertanyaan ke Pak Menteri,” ujarnya pada sejumlah wartawan di sela acara kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Suswono, di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (29/6).
Di kalangan wartawan, beredar isu bahwa Slamet Hadi Supraptoyo, akan dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Banyuwangi, setelah dilaporkan Komisi IX DPR-RI ke Komnas HAM dan Mabes Polri. Informasi yang berkembang, pencopotan tersebut akan dilakukan setelah Pilkada Banyuwangi pada 14 Juli 2010. Slamet akan dipindahtugaskan ke Mabes Polri.
Ribka Tjiptaning juga melaporkan FPI Banyuwangi, Forum Umat Beragama, LSM Gerak, selain Kapolres Banyuwangi. Dalam pernyataan yang dikirimkan ke sejumlah milis, Ribka mengatakan perbuatan massa FPI dan kawan-kawannya itu telah melanggar HAM, dan melanggar kebebasan orang berkumpul. Aparat Polres Banyuwangi juga dinilai mempunyai andil dalam kejadian tersebut dengan membiarkan, bahkan meminta acara tersebut dibubarkan karena dianggap ilegal.nuni
Editor : jps