Pelaku Perampokan 1 Kilogram Emas
Kediri - Surya- Untuk mengungkap perampokan 1 kilogram emas di Toko Emas Cap Singa Kencana, Polresta Kediri akan menggandeng Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Jatim. Sebab, petugas menduga pelaku perampokan merupakan jaringan lintas kota di Jatim.
“Kami juga minta bantuan ke polres tetangga untuk melakukan operasi di tiap perbatasan,” ungkap Kapolresta Kediri Mulia Hasudungan Ritonga, Selasa (29/6) siang.
Ritonga menambahkan, mulai Senin (28/6) malam setelah perampokan terjadi, pihaknya telah menyebar anak buahnya untuk bersiaga di jalur perbatasan Kediri. Hal ini untuk mengantisipasi keluar masuknya pelaku. “Agar pelaku tidak leluasa kabur dari Kota Kediri,” lanjutnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan barang bukti berupa kapak warna merah milik pelaku yang tertinggal di lokasi. Selain itu, petugas juga sudah mengetahui jenis kendaraan yang digunakan pelaku. Tiga kendaraan yang digunakan pelaku yakni, Yamaha Vixion dan Honda Tiger. Untuk nomor polisinya petugas belum bisa memastikan. “Dari keterangan saksi pelat nomornya depan AG (Kediri) dan belakang B, tapi kami belum mengetahui itu asli atau tidak,” ujar Ritonga.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Senin (28/6) sekitar pukul 19.30, enam perampok dengan membawa senjata api dan kapak menyatroni Toko Emas Cap Singa Kencana yang berada di kios Pasar Centong, Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Perampok berhasil menggasak 1 kilogram emas berupa gelang, cincin, dan anting dari toko milik Haji Naim Narto, 50, itu. Meski tidak ada korban, akibat perampok tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 150 juta. Sampai saat ini petugas masih kesulitan menentukan ciri-ciri pelaku, sebab saat melakukan aksinya semua pelaku memakai helm teropong.
Uang Listrik Dirampok
Perampokan juga terjadi, Selasa (29/6) di Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Sudarmaji, 59, karyawan PT Kasri, pabrik es di Desa Gelang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dipedayai empat perampok. Uang Rp 50 juta yang baru diambil dari Bank BCA Pandaan amblas.
Peristiwanya terjadi di halaman Kantor PLN UPJ Pandaan. Saat itu, Sudarmaji, warga Dusun Jasem, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Sudarmaji baru saja mengambil uang Rp 97 juta dari Bank BCA. Uang tersebut selanjutnya dibagi dua, Rp 50 diletakkan di saku rompi sebelah kiri. Sedangkan yang Rp 47 juta, disimpan di saku rompi sebelah kanan.
Dari BCA Pandaan, Sudarmaji meluncur ke PLN UPJ Pandaan untuk membayar tagihan rekening listrik PT Kasri. Sudarmaji yang naik motor sesampai di Kantor PLN UPJ Pandaan, tidak langsung masuk untuk membayar di loket. Dengan santai ia duduk di atas motornya untuk beberapa saat.
Tanpa diduga empat orang tidak dikenal yang mengendarai motor Yamaha Vega dan Honda Supra mendekatinya. Dua dari keempat orang itu, langsung menodongkan pisau ke arah leher korban.
Mereka memaksanya menyerahkan uang yang baru saja diambil dari bank. Sudarmaji sempat menolak, namun para perampok justru menarik rompinya. Sepertinya mereka sudah mengetahui letak uang, dan langsung merogoh saku rompi sebelah kiri. Uang Rp 50 juta diambil dan mereka segera kabur ke arah Surabaya.nst34/kur
Editor : jps