Pamekasan - Surya- Puluhan siswa SMA Plus Al Kautsar, Jl Lawangan Daya II, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, mengamuk di sekolahnya, Selasa (29/6).
Mereka memecahkan kaca ruangan kelas, mengobrak-abrik bangku, membakar hangus karpet kelas, dan merobek baliho pengumuman penerimaan siswa baru. Para pengunjuk rasa juga nyaris membakar lembaga pendidikan tersebut dengan membawa dua botol bensin.
Akibatnya, pecahan kaca jendela kelas 10 dan kelas 11 terlihat berserakan di dalam kelas dan di teras sekolah. Sementara puluhan bangku yang porak-poranda dikeluarkan ditaruh di halaman sekolah.
Sementara Ketua Yayasan Al Kautsar, KH Achmad Atthorid Siraj dan Kepala SMA Plus Al Kautsar, Faisol, yang melihat keberingasan siswanya, hanya menyaksikan dari dekat dan tidak berbuat apa-apa.
Aksi brutal yang dilakukan siswa laki-laki dan perempuan itu, dipicu kekecewaan mereka terhadap pihak yayasan yang telah memecat 10 guru di sekolah itu pada Sabtu (26/6) lalu.
Dalam surat yang ditandatangani ketua yayasan, Kabid Pendidikan Al Kautsar, Endang Kelana, berisi,”Sebuhungan dengan berakhirnya tahun ajaran 2009-2010, berdasarkan surat keputusan Yayasan Al Kautsar, nomor 06.01/01.25/VII/09, berakhir pula masa tugas bapak/ibu, selaku guru/karyawan di lembaga SMA Plus Al Kautsar terhitung 25 Juni 2010″.
Di antara guru yang dipecat itu, guru matematika, pendidikan kewarganegaraan (PKN), kimia, sosiologi, dan guru bahasa Indonesia. “Kami tidak terima pemecatan guru ini. Kalau 10 guru diberhentikan, terus siapa yang akan mengajar di sekolah ini,” kata salah seorang dari mereka.
Menurut mereka, pemecatan 10 guru itu diduga ulah Endang, salah satu staf yayasan. Endang Kelana selama ini dikenal memiliki otoritas melebihi ketua yayasan. “Tolong kembalikan guru kami,” kata siswa sembari mencorat-coret papan pengumuman dengan spidol hitam.
Dengan membentangkan sejumlah poster bernada menghujat yayasan dan Endang, semula siswa berkumpul di halaman sekolah bergerak menuju depan ruang guru ingin bertemu dengan ketua yayasan dan kepala sekolah.
Karena tidak mendapat tanggapan, siswa bergerak menghantam kaca jendela dengan tangan hingga menimbulkan suara gaduh. Kemudian mereka masuk kelas mengeluarkan bangku dan dijungkirbalikkan di halaman sekolah.
Berselang tidak berapa lama, Kapolres Pamekasan AKBP Mas Gunarso bersama anggotanya datang meredam ulah siswa. “Tolong hentikan semua dan masukkan kembali bangku-bangku ini ke dalam kelas,” kata Kapolres.
Mendengar perintah itu, nyali siswa menjadi ciut. Selanjutnya mereka mengangkat kembali bangku-bangku ke dalam kelas, kemudian mereka membubarkan diri.
Kepala SMA Al Kautsar, Faisol, ketika hendak dikonfirmasi Surya menolak. Begitu juga Endang Kelana, lebih memilih tidak keluar ruangan. “Maaf sekarang kami masih rapat dulu dengan aparat keamanan, sampai kapan belum jelas,” kata Faisol.
Sedang Ketua Yayasan Al Kautsar, KH Achmad Atthorid, mengakui kejadian ini lantaran sebagian siswa tidak puas terhadap kebijakan yayasan yang dituding memberhentikan 10 guru. “Kami tidak memecat guru, hanya memberhentikan sementara saja. Kalau guru-guru itu kami butuhkan, nanti akan dipanggil kembali, terutama guru yang rajin mengajar, bukan yang malas masuk,” kata KH Achmad Atthorid.
Sedang Hendri Masduki, salah seorang guru SMA Al Kautsar yang dipecat, awalnya mengaku tidak mengerti saat menerima surat dari yayasan. Setelah dibaca dengan seksama, ternyata surat pemecatan tanpa alasan jelas. “Kami tidak mengerti apa kesalahan kami kok dipecat. Masalah siswa yang bertindak seperti itu, karena mereka tidak terima gurunya dipecat sepihak,” ujar Hendri Masduki.nsin
Editor : jps