PAKISAJI - Surya- Meski 2014 sudah didengung-dengunkan sebagai tahun swasembada kedelai, masih ada kendala yagn belum terselesaikan. Salah satunya karena kedelai termasuk komoditas yang tidak memiliki HPP (Harga Pembelian Pemerintah).
“Sehingga tidak ada jaminan dari harga jual. Mudah-mudahan bisa segera ada,” jelas Dr Made Jana Mejaya, Kepala Balitkabi (Balai Penelitian Tanaman Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian, Senin (28/6).
Hal itu diungkapkan Made disela kegiatan Pekan Kedelai Nasional di Balitkabi, Jl Raya Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yang dihadiri oleh Dr Ir Gatot Irianto, Kepala Balitbang Pertanian, Kementerian Pertanian RI.
Made mencontohkan, jika panen raya, harga kedelai anjlok Rp 4.000/kg. Namun pada saat nonpanen, bisa mencapai Rp 6.100 - Rp 6.700/kg. Meski begitu, pengembangan varietas kedelai unggulan tetap dilakukan. Saat ini di Balitkabi mengembangkan kedelai SHR-W-60 sebagai calon varietas unggul. Ini merupakan kedelai hasil perkawinan silang antara kedelai Jepang, Shiromi, dengan Wilis, kedelai lokal. “Bijinya bisa seberat 12 gr dengan umum 73 hari sudah bisa dipanen,” kata Dr Muklis Adi, Pemulia Kedelai Balitkabi.nvie
Editor : jps