Toronto - Surya- Mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Toronto, Kanada, tak menghalangi para kepala negara Group of Eight (G-8) dan Group of 20 (G-20) untuk nonton pertandingan-pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Sepuluh dari 26 negara peserta KTT menjadi peserta pesta sepak bola terakbar dunia itu. Jadi, di antara pertemuan membicarakan kebijakan fiskal, regulasi perbankan, dan isu penting dunia lainnya, mereka mencuri waktu untuk nonton. Bahkan sepak bola menjadi obrolan menjelang pertemuan.
Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Inggris David Cameron, Presiden Amerika Serikat Barack Obama hingga Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak ‘kabur’ ke pesawat televisi terdekat dari ruang pertemuan.
‘Kesibukan’ ini juga terjadi pada anggota delegasi masing-masing. Dari menteri, ajudan, hingga wartawan peliput.
Menjelang pembukaan G-8, Jumat (25/6), PM Jepang Naoto Kan dan Merkel saling mengucapkan selamat karena Jepang dan Jerman lolos ke babak 16 besar PD 2010. Menurut anggota delegasi Jepang, Kan berharap bisa bertemu Jerman di final.
Sementara itu Cameron dan PM Italia Silvio Berlusconi ngobrol soal penampilan Italia yang buruk. Bahkan Berlusconi berbalik menjagokan Inggris karena pelatihnya, Fabio Capello, adalah orang Italia. “Saya sudah punya satu suporter,” jawab Cameron saat itu.
Dewan Pariwisata Toronto (TTB) memang diserbu telepon dari delegasi G-20 dan G-8 dan wartawan. “Pertanyaannya sama, ‘di mana tempat paling sip untuk nonton pertandingan Piala Dunia’,” kata Michelle Revuelta, juru bicara TTB.
Bolos Pertemuan
Sabtu (26/6), Gedung Putih menyela persiapan G-20 dengan pengumuman bahwa Presiden Obama dan Presiden Ghana John Atta Mills ‘tak sabar menunggu’ pertandingan AS-Ghana.
Saat pertandingan berlangsung, Obama bertemu dengan Cameron. Tiba-tiba Menteri Keuangan AS Tim Geithner masuk dan memberitahu bahwa AS tertinggal 1-0. “Itu yang tidak ingin saya dengar,” kata Obama ketika itu.
Obama baru nonton usai bertemu Presiden Lee Myung-bak. Rombongan wartawan Gedung Putih sempat digiring ke ruang Obama nonton, tapi mereka sudah disuruh keluar sebelum pertandingan berakhir. Jadi mereka tidak tahu reaksi Obama ketika AS kalah dari Ghana.
Nasib malang juga dialami Lee karena Korsel ditumbangkan Uruguay. Wartawan Korsel yang sebelumnya heboh nonton di ruang pers pun kembali ke meja masing-masing dengan lesu.
Namun, tak ada yang seheboh Merkel dan Cameron, ketika tim mereka berhadapan, Minggu (27/6). Cameron menjadi pembicara di rapat saat mendapat informasi Inggris tertinggal 0-1. Begitu dia duduk, Merkel memberitahu bahwa kedudukan sudah 2-0 untuk Jerman.
Akhirnya kedua kepala pemerintahan itu meninggalkan ruang pertemuan untuk menyaksikan babak kedua pertandingan Jerman-Inggris. Seperti diketahui, Jerman menang dengan skor telak 4-1. “Saya masih gemetar,” kata Merkel kepada wartawan usai pertandingan.
Namun, Merkel secara sportif mengakui kepada Cameron bahwa gol Frank Lampard seharusnya masuk. Merkel pun meminta maaf pada koleganya itu.
Malamnya, dua anggota G-20 lainnya bertarung. Argentina versus Meksiko. Presiden kedua negara tidak bisa bolos karena pertandingan bersamaan dengan sidang paripurna.
Presiden Meksiko Felipe Calderon tak kurang akal. Dia memantau pertandingan melalui Blackberry-nya, kata seorang pejabat Meksiko. Sayang, Argentina mengalahkan Meksiko dengan skor 3-1.nwsj/kis
Editor : jps